Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Disperindagkop Bantah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg dan Kenaikan Harga Rp 40 Ribu di Wilayah Pohuwato

Azis Manansang • Selasa, 23 Januari 2024 | 02:42 WIB

 

Tim Disperindagkop Pohuwato saat turun lapangan dengan mendatanggi pangkalan dan agen (F:dok)
Tim Disperindagkop Pohuwato saat turun lapangan dengan mendatanggi pangkalan dan agen (F:dok)

Gorontalopost.id,   MARISA - Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pohuwato bantah.

Terjadinya kelangkaan LPG 3 Kg hingga isu kenaikan harga tembus Rp 40 ribu di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Kesimpulan ini terungkap setelah Tim Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pohuwato.

Langsung turun lapangan, di sejumlah desa dan Kecamatan
untuk mamastikan informasi yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Aksi Pasar Ke- 5 Relawan Progresif di Gorut, Warga Doakan Ganjar -Mahfud Menang

"Kemarin Minggu (21/01/24) kami sudah turun di wilayah Kecamatan Marisa dan Duhiadaa dengan menyisir sejumlah desa.

Kenyataannya, stok elpiji tersedia di setiap pangkalan dan maupun agen," ungkap Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Pohuwato Ibrahim Kiraman,SE, kepada media ini, Senin (22/01/24).

Bahkan untuk lebih meyakinkan pihaknya kembali turun pada Senin (22/01/22) dengan menyisir wilayah Kecamatan Randangan hingga ke Popayato.

Baca Juga: Diskominfo Bonebol Raih Penghargaan OPD Aktif dan Rutin di Medsos

"Ada sekitar 400 pangkalan yang di wilayah Kabupaten Pohuwato, terpantau stok tersedia.

Kemudian tak ada yang menjual Rp 40 ribu, semua dijual sesuai HET berdasarkan SK Bupati Rp 20 ribu,"ungkapnya.

5000 elpiji 3 klg disalurkan Pertamina ke wilayah Pohuwato (F:dok Disperindagkop)
5000 elpiji 3 klg disalurkan Pertamina ke wilayah Pohuwato (F:dok Disperindagkop)

Mantan aktivis mahasiswa ini menduga terjadinya adanya kepanikan saat aparat kepolisian menyita tabung gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi di dua lokasi berbeda di Desa Marisa
Selatan, Kecamatan Marisa.

Baca Juga: Sukseskan Pemilu 2024 Penjabup Sila Botutihe Minta Dukungan dan Netralitas ASN Gorut

"Mungkin saat itu warga panik dan hal itu pun terjadi hanya di dua agen dan berlangsung singkat.

Karena hasil pengecekan di lapangan kemarin dan hari ini tak ada lagi, seluruh agen sudah menjual sesuai ketentuan HET,"tandasnya.

Selanjutnya mantan Camat Duhidaa ini menjelaskan kemungkinan lainnya adanya mekanisme baru pembelian gas elpiji 3 kg bersubsidi yang harus disertai KTP ikut membuat masyarakat sedikit repot.

Baca Juga: Dua Pelaku Penganiayaan di Limba B Meringkuk di Rutan Polresta Gorontalo

"Karena mungkin terbiasa dulunya langsung beli tanpa disertai KTP, sama dengan membeli gula.

Maka sekarang ini karena barang bersubsidi. Maka sehari sebelum penyaluran, harus diantar dulu bersama ktp. Nanti sore atau keesokan harinya, baru bisa diambil," bebernya.
(MG-02).

Editor : Azis Manansang
#Kelangkaan Elpiji 3 Kg #Kabupaten Pohuwato #elpiji 3 kg #kenaikan harga elpiji 3 kg #disperindakop #elpiji melon