Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Dua Penambang Tewas, Hanyut Diterjang Banjir Bandang di Pohuwato, Ditemukan Setelah 24 Jam Pencarian

Azis Manansang • Rabu, 4 Juni 2025 | 12:44 WIB

 

Evakuasi  dua korban penambang yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.(F:SAR)
Evakuasi dua korban penambang yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.(F:SAR)


Gorontalo,MARISA – Tragedi melanda kawasan pertambangan di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Setelah banjir bandang tiba-tiba menghantam wilayah tersebut pada Minggu sore (1/6/2025).

Baca Juga: DPRD Gorontalo Utara Jadwalkan Paripurna Pengumuman Bupati Terpilih pada 10 Juni 2025

Dua penambang yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kedua korban adalah Renol (40), warga Kabupaten Gorontalo Utara, dan Emin (27), warga asal Manado, Sulawesi Utara.

Keduanya hanyut saat mencoba menyeberangi sungai menuju lokasi tambang bersama delapan rekannya sekitar pukul 18.00 WITA.

“Saat itu kondisi sungai sedang sangat deras akibat banjir bandang.

Renol dan Emin kehilangan keseimbangan dan terseret arus, sementara rekan-rekannya selamat,” ungkap Heriyanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, saat dikonfirmasi.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh rekan-rekan korban, namun setelah tidak membuahkan hasil hingga keesokan harinya.

Baca Juga: Insiden Waduk Bulango Ulu Polisi Ungkap Fakta di Balik Ledakan Maut, Tidak Ditemukan Unsur Kelalaian

Mereka akhirnya menghubungi BPBD Pohuwato dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo.

Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan dan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Renol ditemukan lebih dahulu sekitar pukul 14.10 WITA, dan dua jam kemudian Emin ditemukan dalam radius tidak jauh dari lokasi pertama.

“Kami langsung mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bumi Panua untuk proses identifikasi dan penyerahan ke pihak keluarga,” tambah Heriyanto.

Kedua korban kini telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas pertambangan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam.(Mg-08/Ato)

Editor : Azis Manansang
#Berita Gorontalo #POHUWATO #bencanaalam #KPP #penambang tewas #tambang #SAR #banjirbandang #BPBD #evakuasi korban