Gorontalopost, MARISA – Suasana khidmat menyelimuti Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato.
Saat pelantikan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pohuwato bersama dua organisasi sayapnya: Perempuan PGRI dan Smart PLCC PGRI.
Baca Juga: Ismail Mohidin Resmi Jabat Direktur Poligon, Siap Dorong Vokasi Gorontalo Makin Unggul
Pelantikan ini merupakan lanjutan dari Kongres Kabupaten (KONGKAB) PGRI, yang menjadi langkah strategis memperkuat peran guru di tengah arus transformasi pendidikan.
Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kemenag Pohuwato H. Rais Abaidata.
Wakil Ketua PGRI Provinsi Gorontalo Hj. Toci Lamatengo, serta jajaran pengurus provinsi, cabang PGRI se-Pohuwato, dan ratusan guru yang memadati ruangan.
Mewakili Bupati Pohuwato, Asisten II Setda sekaligus Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Fitriayani Lasantu, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara PGRI dan pemerintah.
“Guru adalah ujung tombak kemajuan bangsa. PGRI bukan hanya wadah profesi.
Tetapi mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi I DPRD Gorontalo Kuliti Anggaran Rp 43 Miliar, Tenaga Outsourcing Jadi Sorotan Tajam
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pohuwato Coleng Tandjomada menegaskan bahwa pelantikan ini.
Menjadi momentum untuk membangun gerakan kolektif demi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Kami siap memperjuangkan hak dan aspirasi guru, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
Serta mendorong penerapan pembelajaran berbasis Deep Learning demi kemajuan peserta didik,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari PGRI Provinsi Gorontalo. Dalam pesannya, Hj. Toci Lamatengo berharap.
Agar PGRI Pohuwato tetap solid dan mampu menjadi pusat kekuatan kolegial guru.
“PGRI harus menjadi rumah besar bagi para guru, tempat tumbuhnya solidaritas dan semangat profesionalisme,” katanya.
Dengan dilantiknya pengurus baru ini, PGRI Kabupaten Pohuwato diharapkan tak hanya menjadi simbol solidaritas guru.
Tetapi juga aktor utama dalam menggerakkan perubahan sistem pendidikan di Bumi Panua menuju arah yang lebih inklusif, adaptif, dan bermutu.(Mg-08)
Editor : Azis Manansang