Gorontalopost, MARISA — PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group kembali menunjukkan perannya sebagai motor ekonomi Kabupaten Pohuwato.
Di tengah isu penolakan impor wood pellet oleh sejumlah LSM internasional.
Baca Juga: Baznas Bone Bolango Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Pohon Tumbang di Modelomo
BJA Group justru terus memperkuat praktik industri biomassa berkelanjutan tanpa deforestasi.
Dengan tiga perusahaan inti—PT Biomasa Jaya Abadi, PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL).
Dan PT Inti Global Laksana (IGL)—BJA Group telah menjadi ladang penghidupan bagi ribuan warga lokal.
Hingga September 2025, total tenaga kerja yang terserap mencapai 1.501 orang, mayoritas merupakan warga Pohuwato.
Kepala Dinas Nakertrans Pohuwato, Nizma Sanad, mengungkapkan bahwa.
BJA Group telah melampaui persyaratan Perda terkait kuota tenaga kerja lokal.
“BJA memenuhi kewajiban 70% tenaga kerja lokal. Bahkan komposisinya sudah lebih dari itu,” ujarnya.
Pertumbuhan tenaga kerja di BJA Group juga tergolong fantastis. Dari hanya sekitar 200 pekerja pada 2021, jumlahnya kini melonjak hampir 700 persen.
Peningkatan ini sejalan dengan investasi jangka panjang perusahaan yang terus berkembang.
Baca Juga: Musyawarah Khusus Kopdes Merah Putih, Strategi Gorut Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa
Tak hanya menyediakan lapangan kerja, BJA Group juga menciptakan dampak ekonomi berantai.
Sekitar 3.000 jiwa menggantungkan ekonomi keluarga pada operasional perusahaan.
“Ada ribuan kehidupan yang tersokong oleh investasi ini, dan itu harus kita jaga bersama,” kata Nizma.(Mg-08).
Editor : Azis Manansang