Gorontalopost, BAYUWANGI – Selain mempelajari sistem pelayanan publik, kunjungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato ke Banyuwangi
juga difokuskan pada pengelolaan investasi sektor pertambangan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Baca Juga: 700 Lulusan Resmi Diwisuda di UNG, Suasana Haru Warnai Prosesi Wisuda ke-59
Agenda ini menjadi bagian penting dalam rangkaian studi tiru yang berlangsung akhir Januari 2026.
Pada hari ketiga, rombongan bertolak ke Kecamatan Pesanggaran untuk melihat langsung program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)
atau tanggung jawab sosial perusahaan dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI), pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit.
Program tersebut dinilai sebagai contoh sinergi antara perusahaan tambang dan warga sekitar.
Delegasi Pohuwato juga mengunjungi Rumah Pintar binaan perusahaan di Desa Sumberagung, yang menjadi pusat kegiatan edukasi masyarakat.
Selain itu, rombongan mengikuti kunjungan lapangan ke area operasional tambang
guna memahami standar pengelolaan tambang modern yang memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Mahyudin Ahmad menuturkan bahwa karakteristik Pohuwato memiliki kemiripan dengan Banyuwangi
karena sama-sama memiliki tambang emas besar di bawah grup perusahaan yang sama.
Baca Juga: Reses DPRD Gorontalo Soroti Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan investasi tambang
benar-benar memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ingin meniru pola kolaborasi yang mampu
meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan dalam mengawal investasi agar berjalan selaras dengan kepentingan publik.(Mg-08)
Editor : Azis Manansang