Gorontalopost, MARISA – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus penyelundupan BBM subsidi di Kabupaten Pohuwato.
Solar yang diamankan polisi diduga terkait jaringan pemasok untuk tambang emas ilegal,
bahkan disebut-sebut melibatkan oknum aparat.
Baca Juga: Tebar Kepedulian, IKA HPMIG Manado Bantu Ratusan Dhuafa di Monano, Dulukapa dan Sumalata Timur
Kasus ini terbongkar setelah aparat menghentikan mobil pick up yang melintas tengah malam.
Kendaraan tersebut dikemudikan dua pria berinisial SL dan HP,
yang diketahui membawa puluhan galon solar tanpa dilengkapi pelat nomor maupun dokumen resmi kendaraan.
Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku solar tersebut berasal dari wilayah Gorontalo Utara
dan rencananya akan dikirim ke kawasan tambang emas ilegal di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato.
Pengakuan itu semakin menguatkan dugaan adanya jaringan distribusi BBM untuk aktivitas PETI.
Kasat Reskrim Khoirunnas mengungkapkan, pihaknya kini fokus menelusuri pemilik sebenarnya dari BBM tersebut.
Ia memastikan seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
“Barang bukti kendaraan dan BBM sudah kami amankan.
Baca Juga: Sempat Dikira Boneka, Ternyata Mayat Remaja Perempuan Gegerkan Warga Pantai Paguyaman
Kami masih menelusuri pihak yang diduga menjadi pemilik dan pihak yang akan menerima BBM tersebut,” ungkapnya.
Polisi menegaskan akan terus menindak tegas distribusi BBM ilegal,
terutama yang berkaitan dengan aktivitas tambang tanpa izin.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memutus rantai operasional tambang ilegal di Pohuwato.(Mg-08).
Editor : Azis Manansang