Luwoo Jadi Desa Kreatif Gorontalo, Pemkab Siapkan Strategi Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:20 WIB

 

Peluncuran Desa Kreatif Kabupaten Gorontalo dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi serta Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma serta Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah.(F:Diskominfo)
Peluncuran Desa Kreatif Kabupaten Gorontalo dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi serta Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma serta Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, TELAGA JAYA — Potensi kerajinan berbahan alam Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, mendapat perhatian lebih serius setelah desa tersebut resmi ditetapkan sebagai Desa Kreatif Kabupaten Gorontalo.

Penetapan itu diharapkan menjadi momentum untuk mengubah potensi bahan baku lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus peluang pasar lebih luas, termasuk pasar internasional.

Baca Juga: Muskab Kadin Thariq Modanggu Sebut Ekonomi Gorontalo Utara Tak Bisa Hanya Bergantung pada APBD

Masyarakat Luwoo diketahui mengembangkan berbagai kerajinan dari bahan alam seperti rotan, pelepah enau dan eceng gondok. 

Produk yang dihasilkan antara lain perabot, lampu hias hingga tas dengan karakter dan identitas budaya lokal.

Peluncuran Desa Kreatif tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan pemerintah daerah tidak ingin status Desa Kreatif berhenti sebagai label administratif. 

Menurutnya, harus ada langkah konkret agar kemampuan para perajin berkembang dan produk mereka memiliki daya saing.

Karena itu, Pemkab Gorontalo menyiapkan pendampingan dari berbagai sisi. Mulai dari pengembangan desain, perbaikan kemasan, 

fasilitasi pengurusan HKI hingga akses pembiayaan untuk memperkuat usaha para pelaku UMKM.

“Pemerintah ingin potensi yang ada di Luwoo benar-benar berdampak terhadap pendapatan masyarakat. 

Baca Juga: Kadin Pohuwato Punya Nakhoda Baru, Rustam Arsyad Bidik Kolaborasi untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

Produk akan kita dorong semakin berkualitas, pemasarannya diperkuat secara digital dan aspek perlindungan kekayaan intelektual juga harus diperhatikan,” kata Sofyan.

Pemkab Gorontalo juga berencana melibatkan desainer nasional untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produk. 

Strategi pemasaran digital akan dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, namun tetap mempertahankan ciri khas budaya daerah.

Sementara itu, Restog Krisna Kusuma melihat produk kerajinan Luwoo memiliki modal penting untuk berkembang. 

Ia menilai kualitas estetika produk buatan masyarakat sudah cukup kuat untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

“Luwoo memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Kerajinan yang dihasilkan masyarakat tidak hanya memiliki fungsi, 

tetapi juga nilai estetika yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Restog.

Ia menambahkan, penetapan sebagai Desa Kreatif diharapkan mendorong Luwoo naik kelas, 

dari sekadar sentra produksi menjadi kawasan yang melahirkan inovasi ekonomi kreatif dan mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
DesaKreatif Desa Luwoo UMKM KABUPATEN GORONTALO Sofyan Puhi