Gorontalopost, GORONTALO – Mantan Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, Marten Taha, secara terbuka menerima keputusan partai yang telah memecatnya sebagai kader.
"Sebagai kader tentunya saya menerima pemecatan saya dari keanggotaan," ujar Marten di hadapan awak media, kemarin (19/2/2025).
Baca Juga: Demi Generasi Sehat, Kecamatan Anggrek Prioritaskan Program Makanan Bergizi Gratis
Marten mengakui bahwa pemecatan ini disebabkan oleh langkahnya mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Gorontalo pada Pilkada Serentak 2024, tanpa mengikuti keputusan partai.
Selain itu, ia juga tidak memberikan dukungan kepada pasangan calon yang telah diusung Golkar.
Mantan Wali Kota Gorontalo itu menyatakan bahwa langkahnya mendaftar sebagai calon Wakil Gubernur bersama Tonny Uloli.
Adalah upaya untuk menyelamatkan kader partai, mengingat Tonny juga merupakan kader Golkar.
Baca Juga: Hemat Anggaran! Sofyan-Tonny Hanya Didampingi Dua Pejabat saat Pelantikan
"Saya menerima semua risiko atas keputusan saya. Ini adalah konsekuensi yang diatur dalam AD/ART partai dan saya tidak bisa membantah," tambahnya.
Meski kini bukan lagi bagian dari Golkar, Marten tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada partai yang telah membesarkan namanya selama hampir dua dekade.
"Golkar telah memberikan saya banyak kesempatan, baik di eksekutif maupun legislatif, dan saya bersyukur atas perjalanan politik saya bersama partai ini," pungkasnya. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang