Gorontalopost, KWANDANG - Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan PSU di Gorontalo Utara membawa dampak besar terhadap konstelasi politik daerah.
Salah satu dampak utamanya adalah absennya Ridwan Yasin dari bursa calon bupati.
Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Penikaman di Gorontalo, Polisi Ungkap 14 Adegan Kejadian
PDIP yang sebelumnya memiliki peluang besar kini berada dalam ketidakpastian setelah dua figur potensial, Hamzah Isa dan Andi Ilham, batal maju.
Kondisi ini membuka jalan bagi pertarungan sengit antara dua kandidat yang tersisa, yaitu Roni Imran dan Thariq Modanggu.
Dengan hanya dua kontestan dalam PSU ini, dinamika politik di Gorut diprediksi akan semakin panas.
Kedua calon memiliki basis massa yang kuat dan strategi politik yang berbeda, sehingga pertarungan diprediksi akan berlangsung ketat.
Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Gorontalo Bantah Tudingan Terima Uang dari Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal
Absennya kandidat dari PDIP tentu mengubah peta kekuatan politik di Gorut.
Kini, pertarungan berfokus pada dua sosok yang siap memperebutkan dukungan maksimal dari masyarakat.
Akankah Thariq Modanggu mampu mempertahankan posisinya, ataukah Roni Imran yang berhasil merebut kemenangan?
Semua akan terjawab dalam PSU pada 19 April mendatang.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang