Gorontalopost, GORONTALO - Di tengah ramai kritik terhadap desain medali Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Danial Ibrahim, akhirnya buka suara.
Nama Gubernur Gusnar Ismail yang tercetak di medali tanpa menyertakan Wakil Gubernur Idah Syahidah memicu polemik yang tak kunjung reda di masyarakat.
Baca Juga: Medali GHM 2025 Picu Gejolak, OPS Kritik Gubernur karena Abaikan Peran Wakil
Danial menegaskan bahwa penulisan nama kepala daerah pada medali, piagam, hingga sertifikat merupakan standar umum dalam kegiatan resmi pemerintah.
Ia menyebut hal tersebut bukan bentuk pengabaian terhadap Wagub, melainkan praktik administrasi yang lazim.
“Ini bukan tentang personal, tapi tentang legitimasi acara. Identitas gubernur dicantumkan sebagai representasi institusi,” jelasnya.
Menurut Danial, GHM 2025 adalah rangkaian agenda peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo.
Karena itu, penggunaan nama gubernur dianggap sesuai dengan norma penyelenggaraan event pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa panitia tidak pernah bermaksud menciptakan pesan tersirat yang berpotensi memicu kesalahpahaman. “Kalau ada interpretasi lain, kami sangat terbuka untuk evaluasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh medali telah diproduksi dan siap dibagikan kepada para pelari pada 7 Desember 2025 mendatang.
Baginya, medali itu bukan sekadar penanda garis finish, tetapi simbol partisipasi masyarakat dalam perayaan hari jadi Gorontalo.
“Ini bukan soal politik, tetapi soal kebanggaan daerah,” katanya.
Danial menambahkan bahwa pihaknya menghargai setiap masukan publik.
Ia berjanji akan mempertimbangkan sensitivitas politik dan komunikasi visual dalam penyelenggaraan event selanjutnya agar tidak menimbulkan tafsir ganda.
“Setiap kritik jadi bahan perbaikan kami,” tandasnya.(Mg-01).
Editor : Azis Manansang