Gorontalopost, JAKARTA – Peta politik internal PDI Perjuangan kembali berguncang. Bendahara Umum PDI-P, Olly Dondokambey, resmi dicopot dari kursi Ketua DPD PDI-P Sulawesi Utara.
Baca Juga: Polisi Gerebek Rumah di Kota Gorontalo, 161 Botol Miras Disita
Kebijakan tegas ini merupakan bagian dari konsolidasi internal partai yang melarang rangkap jabatan.
Antara pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Tak hanya Olly, sejumlah nama besar juga ikut tersapu aturan ini.
Said Abdullah harus melepas jabatan Ketua DPD Jawa Timur, sementara MY Esti Wijayanti dicopot dari posisi Ketua DPD Bengkulu.
Bahkan, tokoh senior Bambang “Pacul” Wuryanto juga ikut lengser dari jabatan Ketua DPD Jawa Tengah.
Karena kini menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDI-P.
Ketua DPP PDI-P, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar rotasi biasa.
Melainkan langkah strategis partai agar para pengurus DPP bisa lebih fokus mengawal konsolidasi organisasi di tingkat nasional.
Baca Juga: Miris Warga Pinogu Bawa Jenazah 5 Jam Pakai Motor di Tengah Hutan Gorontalo
“Aturan ini berlaku untuk semua kader tanpa terkecuali. Tidak ada ruang untuk rangkap jabatan.
Konsolidasi partai harus berjalan efektif, dari pusat sampai ranting,” tegas Komarudin, kemarin.
Dengan keputusan ini, PDI-P memastikan struktur organisasi tetap solid menjelang agenda politik besar.
Sekaligus menghindari tumpang tindih kepemimpinan di berbagai level partai.(JP)
Editor : Azis Manansang