Gorontalopost, JAKARTA — Babak baru politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi dimulai.
Setelah bertahun-tahun dilanda dualisme, pemerintah akhirnya mengesahkan kepengurusan hasil rekonsiliasi antara kubu H. Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto.
Baca Juga: Komisi II DPRD Gorontalo Kawal 1.000 Rumah Nelayan, KKP Pastikan Gorontalo Masuk Tahap Pertama
Kepastian itu diumumkan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Supratman Andi Agtas, di Kantor Kemenkumham, Jakarta
Dalam keputusan bernomor M.HH-15.AH.11.02 Tahun 2025, pemerintah mengesahkan.
Mardiono sebagai Ketua Umum PPP dan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2030.
“Sudah ada SK terbaru yang disepakati kedua pihak. Kini PPP resmi bersatu kembali,” ujar Supratman dalam keterangan persnya.
Ia berharap rekonsiliasi ini menjadi momentum konsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Supratman menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari permohonan perubahan kepengurusan PPP yang diajukan pada 3 Oktober 2025 dengan nomor surat 4068/EX/DPP/X/2025.
Ia juga meminta agar partai segera melengkapi struktur organisasi baru agar SK lanjutan bisa diterbitkan.
“Kami berharap kepengurusan lengkap segera disampaikan, dan kami siap menindaklanjuti secepatnya,” tuturnya.
Disisi lain, Ketua Umum PPP Mardiono menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap proses rekonsiliasi ini.
Ia menegaskan, pertemuan dengan Agus Suparmanto menjadi titik balik penyatuan dua kubu yang sebelumnya berseteru.
“Nantinya seluruh pengurus di bawah kami juga akan disatukan melalui forum Mukernas.
Ini awal baru bagi PPP untuk bangkit dan kembali solid,” ungkap Mardiono optimistis.
Sementara itu, Agus Suparmanto, yang kini menjabat Wakil Ketua Umum PPP, menyebut penyatuan ini merupakan momen bersejarah bagi partai berlambang Kabah tersebut.
“Ini masa transisi penting. Kami akan menjalankan semua proses sesuai mekanisme partai agar PPP bisa kembali berkiprah besar untuk bangsa,” ujarnya.
Dengan pengesahan ini, dualisme PPP resmi berakhir. Publik kini menantikan bagaimana kolaborasi Mardiono dan Agus membangkitkan kembali semangat partai Islam tertua di
Indonesia menuju Pemilu 2029. (JP).