Gorontalopost, GORONTALO – Suasana megah Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) Nasional di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Gorontalo.
Seketika berubah penuh makna saat Anggota DPR RI Rachmat Gobel menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah pusat.
Baca Juga: Tiga Bulan Berturut-Turut Deflasi, Gorontalo Catat Penurunan Harga di Tengah Tren Nasional Naik
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia itu.
Gobel menilai ketidakhadiran perwakilan pemerintah pusat sebagai bentuk kurangnya perhatian terhadap gerakan pramuka sebuah wadah penting bagi pembentukan karakter bangsa.
Kepada sejumlah awak media, Rachmat Gobel memuji kerja keras panitia dan Pemerintah Daerah Gorontalo yang sukses menjadi tuan rumah kegiatan nasional berskala besar tersebut.
Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan momentum besar memperkuat semangat nasionalisme generasi muda.
“Saya bangga dengan kerja panitia dan Pak Sofian Puhi yang berhasil menyelenggarakan acara luar biasa ini.
Tapi jujur, saya kecewa karena tak ada satu pun wakil dari pemerintah pusat yang hadir menyemangati adik-adik pramuka,” ungkapnya penuh nada prihatin.
Politisi NasDem itu menegaskan bahwa gerakan pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan anak bangsa.
Ia menilai, di tengah tantangan zaman modern dan pudarnya pendidikan moral di sekolah, pramuka menjadi ruang yang masih konsisten menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong.
“Saya dulu aktif di pramuka sejak SD hingga SMP. Dari pramuka, saya belajar arti kepemimpinan dan karakter.
Hal-hal seperti ini yang mulai hilang di sekolah saat ini,” ujarnya dengan nada reflektif.
Baca Juga: Gorontalo Jadi Tuan Rumah Penas Petani Nelayan XVII 2026, 30 Ribu Peserta Siap Guncang Limboto
Lebih jauh, Gobel menyerukan agar pemerintah pusat tak hanya memberi simbolik dukungan, tetapi benar-benar menghidupkan kembali program pembinaan pramuka di seluruh daerah.
Ia menekankan bahwa perhatian terhadap gerakan pramuka harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berintegritas.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah tempat membentuk anak-anak yang tangguh, berjiwa pemimpin, dan siap mengisi masa depan Indonesia,” tegasnya.
Meski menyuarakan kritik tajam, Rachmat Gobel menutup pernyataannya dengan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh peserta Peran Saka Nasional 2025.
Ia terinspirasi oleh semangat para pramuka, termasuk dari Papua Barat dan daerah-daerah lain yang datang jauh-jauh demi mengibarkan semangat persatuan.
“Melihat semangat mereka, saya yakin pramuka masih hidup dan tetap menjadi kebanggaan bangsa,” tuturnya penuh optimisme.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang