GORONTALOPOST - Jackson Irvine, gelandang Australia yang akan menghadapi Timnas Indonesia di babak 16 besar Piala Asia 2023, tidak hanya mencuri perhatian dengan keterampilan sepak bolanya yang luar biasa.
Ia juga dikenal sebagai raja hipster di dunia sepak bola, menghadirkan nuansa unik dengan membawa budaya pop dan gaya hidup ke dalam sorotan.
Sebelum berangkat ke Piala Asia mewakili Australia, Irvine ditemukan duduk di desa pesisir Brunswick Heads, merenung tentang makna di balik tato-tatonya yang menarik.
Salah satu di antaranya adalah tato Buffy yang mencerminkan penghormatannya pada episode kultus "Once More With Feeling" dari serial TV "Buffy the Vampire Slayer."
Tato-tato ini bukan sekadar ornamen, melainkan jendela ke dalam karakternya yang penuh obsesi terhadap budaya pop, dari "Twin Peaks" hingga rapper MF DOOM.
Setiap tato menceritakan bagian dari dirinya tanpa perlu kata-kata.
Walaupun dikenal sebagai raja gaya hidup hipster, Irvine memiliki akar sepak bola yang kuat.
Tumbuh di rumah tangga sepak bola di Melbourne, Australia, sebagai putra dari pesepak bola profesional Steve dan keponakan dari pemain internasional Sandy, Irvine memiliki koneksi emosional yang mendalam dengan olahraga tersebut sejak masa kecilnya.
Sebagai penggemar berat apparel sepak bola, Irvine membagikan kecintaannya pada jersey dan apparel langka.
Yang menarik, sebagian besar koleksinya berasal dari "barang replika" di pasar-pasar Melbourne, mencerminkan obsesinya sejak usia remaja.
Melangkah keluar dari Australia sebagai remaja untuk mengejar karier sepak bola profesionalnya di Skotlandia dan Inggris, Irvine menemukan dirinya terlibat dalam lingkungan sepak bola Eropa yang berbeda.
Bergabung dengan St. Pauli di Hamburg, klub yang dikenal karena dukungannya terhadap keadilan sosial dan politik, menjadi pengalaman berharga dalam perjalanannya.
Melalui Instagram-nya yang terkurasi dengan cermat, Irvine tidak hanya membagikan momen sepak bola, tetapi juga gaya hidup, mode, dan budaya.
Ia bukan hanya seorang pesepak bola; ia adalah individu autentik yang menggunakan platformnya untuk mencerminkan identitasnya.
Namun, keberadaan Irvine di dunia sepak bola tidak hanya seputar gaya hidup dan budaya pop.
Ia adalah bagian dari generasi pesepak bola yang semakin menyadari peran olahraga ini dalam membentuk dunia di sekitarnya.
Irvine berbicara tentang isu-isu penting seperti perubahan iklim, hak-hak masyarakat adat, rekonsiliasi di Australia, hak-hak pekerja, dan LGBTQIA+ di Qatar.
Baginya, membicarakan isu-isu ini penting untuk membentuk dunia di luar lapangan sepak bola.
Sebagai gelandang Australia yang memimpin timnya dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia di babak 16 besar Piala Asia 2023, Jackson Irvine bukan hanya seorang pemain sepak bola.
Ia adalah raja hipster sepak bola yang membawa keseimbangan antara gaya hidup unik dan keterlibatan dalam isu-isu global.
Dengan tatonya yang bercerita dan koleksinya yang langka, Irvine bukan hanya memukau di lapangan, melainkan juga di dunia yang lebih luas di luar stadion. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey