Gorontalopost, BUROKO – Kematian Briptu Excel Mamuli (25), anggota Polres Bolaang Mongondow Utara, meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Dihimpun dari sejumlah sumber, Polisi muda tersebut meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan
ketika menjalankan tugas pengamanan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Minggu (28/6/2026).
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan penyebab pasti kematian maupun sumber tembakan yang mengenai korban.
Peristiwa bermula saat anggota Polres Bolmut menerima laporan warga mengenai dugaan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sejumlah personel kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dalam proses tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku.
Namun situasi belum sepenuhnya terkendali karena beberapa orang lainnya disebut melarikan diri.
Ketegangan kembali terjadi ketika seorang pria diduga melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Pada saat itulah terdengar suara tembakan yang kemudian diikuti jatuhnya Briptu Excel di lokasi kejadian.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado guna menjalani autopsi.
Hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta yang sebenarnya terkait insiden tersebut.
Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban meminta agar kasus ini ditangani secara profesional
dan terbuka sehingga seluruh pihak mendapatkan kepastian mengenai peristiwa yang merenggut nyawa Briptu Excel.
"Kami sangat terkejut menerima kabar adik kami meninggal dunia. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada Polda Sulawesi Utara
dan berharap kasus ini diusut hingga tuntas," ujar salah seorang anggota keluarga.(Mg-01).
Editor : Azis Manansang