Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pasangan Surga, Mengurai Pertanyaan tentang Cinta Abadi di Akhirat

Tina Mamangkey • Jumat, 10 November 2023 | 07:52 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

GORONTALOPOST - Surga adalah kerinduan utama bagi umat muslim di seluruh dunia.

Surga bukan sekadar negeri, melainkan sebuah ladang kebahagiaan abadi yang tercipta dengan penuh keindahan dan kenikmatan yang tiada tara.

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, yaitu di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, duduk berhadap-hadapan, demikianlah, dan kami berikan kepada mereka bidadari, di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan, dengan amalan dari segala kekuatiran mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya, kecuali mati di dunia dan Allah memelihara mereka dari azab neraka jahim, sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar." (Alquran surah ad-dukhan ayat 51-57).

Ada banyak dalil yang menjelaskan tentang kenikmatan surga. Salah satu kenikmatan surga yang Allah janjikan adalah bidadari-bidadari cantik yang bermata jelita.

Lantas, pernahkah kita berfikir, bagaimanakah kedudukan wanita di dalam surga, jika laki-laki disiapkan bidadari bagaimana dengan wanita? Apakah wanita disiapkan bidadara? Dan inilah ulasannya.

Dari Jabir Radhiallahu Anhu, berkata Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda, "Ahli surga itu makan dan minum di dalam surga, tetapi mereka tidak buang air besar, tidak buang ingus, dan tidak kencing. Akan tetapi, apa yang mereka makan di dalam surga itu menjadi sendawa seperti bau minyak kasturi.

Mereka diilhamkan untuk bertasbih dan bertakbir sebagaimana mereka diilhamkan untuk bernafas." Hadits riwayat muslim.

Surga itu sangat luas dan tidak dapat dibayangkan oleh akal dan pikiran manusia karena luasnya. Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (Al-Quran surah Ali Imran ayat 133).

Ada banyak macam kenikmatan surga. Salah satu kenikmatan surga yang Allah janjikan adalah bidadari. Bidadari adalah makhluk Allah yang berparas jelita dengan kecantikan yang luar biasa sempurna, dengan mata mereka yang jeli, lebar dan juga berbinar. Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih, dipingit di dalam rumah." (Alquran surah ar-rahman ayat 72).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Alquran surah ar-rahman ayat 58).

Dan dalam Alquran surah al-waqi'ah ayat 22-24, Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah laksana mutiara, yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan." (Alquran surah al-waqi'ah ayat 22-24).

Berdasarkan dalil-dalil tadi, seolah-olah kenikmatan surga dan bidadari-bidadari hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Namun, pada hakekatnya, ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan segala keindahan, kesenangan, dan kenikmatan yang ada di dalam surga, berupa makanan, pakaian, tempat tinggal, pemandangan yang indah, dan juga pasangan, maka hal itu bukanlah untuk laki-laki saja, melainkan berlaku untuk umum, baik laki-laki maupun wanita, selama mereka masih bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan." (Al-Quran Surah Ali Imron ayat 195).

Allah Subhanahu Wa ta'ala juga berfirman, "Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang Ia adalah orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (Alquran surah an-nisa ayat 124).

Sebagaimana laki-laki, wanita juga ingin mendapatkan pasangan di dalam surga. Seperti yang kita ketahui, bahwa di surga nanti, wanita akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir di dunia.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Seorang wanita di surga adalah istri bagi suaminya yang terakhir di dunia."

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana jika laki-laki atau wanita yang belum sempat menikah di dunia, atau mereka sudah menikah tetapi bercerai? Siapakah pasangan mereka di surga? Keadaan wanita di dunia tidak luput dari enam keadaan:

Yang pertama, ia meninggal sebelum menikah, maka wanita ini dinikahkan dengan laki-laki ahli surga yang juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia dan telah Allah sempurnakan laki-laki tersebut, sama seperti ahli surga lainnya, yang memanjakan mata dan menyenangkan hatinya.

Kedua, dia ditalak oleh suaminya dan tidak menikah lagi sampai meninggal. Kondisi wanita ini sama dengan kondisi wanita yang pertama, maka wanita ini dinikahkan dengan laki-laki ahli surga, yang juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia dan telah Allah sempurnakan laki-laki tersebut, sama seperti ahli surga lainnya, yang memanjakan mata dan menyenangkan hatinya.

Ketiga, dia sudah menikah, namun suaminya tidak masuk ke dalam surga bersamanya. Misalkan, suaminya adalah seorang yang murtad dan melakukan kesyirikan. Kondisi wanita ini juga sama dengan kondisi wanita yang pertama dan kedua, meskipun dia meninggal dalam keadaan bersuami, tetapi suaminya tidak ikut ke surga bersamanya. maka wanita dengan kondisi ini akan dinikahkan dengan laki-laki ahli surga. Ia juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak ada seorangpun yang membujang di surga." Hadits ini menjelaskan bahwa setiap wanita yang masuk ke surga pasti bersuami.

Keempat, dia meninggal setelah menikah, baik suaminya menikah lagi atau tidak sepeninggalnya. Wanita dengan kondisi seperti ini kelak di surga akan menjadi istri dari suaminya di dunia.

Kelima, suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi. Artinya, wanita ini menjadi janda sampai akhir hayatnya. Maka, suaminya di dunia itulah yang akan menjadi suaminya di surga.

Keenam, suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia menikah lagi. Wanita dengan kondisi seperti ini, maka suami yang paling terakhir di dunia yang akan menjadi suaminya di surga nanti. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Seorang wanita di surga adalah istri bagi suaminya yang terakhir di dunia."

Syekh Ibnu Jibrin berkata, Disebutkan juga dalam hadits bahwa setiap wanita yang hidup di surga mempunyai kelebihan melebihi bidadari, disebabkan karena amal sholehnya dan ketaatan yang dia kerjakan di dunia. Oleh karena itu, wanita yang beriman akan masuk surga, seperti halnya laki-laki yang beriman. (*) 

Wallahu A'lam Bishawab. 

Sumber: Youtube Tafakkur Fiddin 

 

 

Editor : Tina Mamangkey
#pasangan #allah #Beramal #ALQURAN #istri #wanita #umat muslim #ahli surga #kenikmatan surga #hadits #laki-laki #bidadari