GORONTALOPOST - Buku Iqro', yang juga dikenal dengan nama buku pelajaran mengaji, merupakan salah satu kenangan berharga dari masa kecil bagi banyak orang.
Dibalik desain sampulnya yang sederhana, terdapat gambar seorang lelaki tua berkacamata dengan paras kurus, mengenakan jas hitam dan peci. Dialah KH As'ad bin Humam, pencetus buku dan metode Iqro’.
KH As'ad Humam lahir pada tahun 1933 Masehi/1352 Hijriah di Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara dan tumbuh besar di lingkungan Muhammadiyah.
Pendidikan formalnya dimulai dari SD Muhammadiyah Kleco, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri di Ngawi, dan SMA di Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Selain itu, ia juga belajar di Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak di bawah bimbingan KH R. Abdul Qadir Munawwir.
Namun, pendidikan KH As'ad Humam terhenti pada kelas II Mu’allimin karena kecelakaan pada tahun 1963 yang mengakibatkan penyakit pengapuran tulang belakang.
Penyakit ini membuatnya harus menjalani perawatan intensif selama satu setengah tahun di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, dan mengakibatkan keterbatasan gerak sepanjang hidupnya.
KH As'ad Humam menikah dua kali. Pertama dengan Chuzaimah asal Jember, Jawa Timur, dan kedua dengan Iskilah binti Hasan Mursyid dari Bantul. Dari pernikahan-pernikahan ini, ia memiliki enam orang anak.
Sebelum terkenal dengan metode Iqro', KH As'ad Humam berdagang di Pasar Bringharjo, Yogyakarta, dan menjalin hubungan dekat dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi, pencetus metode Qiroati.
Pada tahun 1975, ia mulai mengembangkan metode Qiroati dan bekerjasama dengan Tim Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (AMM) Yogyakarta untuk menciptakan metode baru pembelajaran Al-Qur’an, yaitu metode Iqro’.
Awalnya, metode Iqro' hanya tersebar secara lisan, namun berkat kerja keras Tim Tadarus AMM Yogyakarta, metode ini menjadi populer di Indonesia dan bahkan di kancah internasional.
Prestasi KH As'ad Humam dalam pengembangan metode Iqro' mendapat pengakuan luas, termasuk dari Menteri Agama RI, KH Munawir Sjadzali MA., yang mengangkat TKA/TPA yang dibangun oleh KH As'ad Humam sebagai pusat penelitian dan pengembangan LPTQ Nasional pada tahun 1991.
Metode Iqro’ telah tersebar luas di Indonesia dan bahkan hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, hingga Amerika.
KH As'ad Humam meninggal dunia pada Jumat, 2 Februari 1996, di Yogyakarta pada usia 63 tahun.
Jenazahnya dihormati dan disholatkan di Masjid Baiturahman, Selokraman, Kota Gede, tempat ia telah memberikan pengabdian sepanjang hidupnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey