Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Istri-Istri Kaum Raksasa Yang Dibuat Mandul Oleh Nabi Hud

Tina Mamangkey • Kamis, 5 Desember 2024 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

GORONTALOPOST - Setelah peristiwa besar banjir yang melanda umat manusia pada zaman Nabi Nuh alaih salam, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus nabi-nabi berikutnya untuk meneruskan dakwah dan petunjuk-Nya.

Nabi Hud alaih salam adalah salah satu nabi yang diutus setelah Nuh.

Yang menarik, Nabi Hud alaih salam adalah nabi pertama yang berasal dari bangsa Arab, dan beliau juga merupakan nabi pertama yang berbicara menggunakan bahasa Arab.
Keturunan dan Asal Usul Nabi Hud

Nabi Hud alaih salam berasal dari keturunan yang sangat mulia. Nama lengkap beliau adalah Hud bin Syikh bin Arpaksyad bin Sam bin Nuh alaih salam.

Beliau berasal dari suku 'Ad, yang merupakan salah satu suku besar di Arab yang tinggal di wilayah Al-Ahqaf, sebuah daerah pegunungan berpasir di Yaman, yang terletak di antara Oman dan Hadramaut.

Kaum 'Ad terkenal dengan kekuatan fisik yang luar biasa. Mereka dikenal memiliki postur tubuh yang lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia lainnya pada zaman itu.

Sejarah mencatat bahwa raja mereka, Jaljilan, memiliki tinggi tubuh yang mencapai sekitar 45 meter, setara dengan 100 siku (satu siku sekitar 45 cm).

Dengan ukuran tubuh yang sangat besar, raja Jaljilan bahkan bisa menutupi matahari ketika berdiri dan menghancurkan gunung hanya dengan meletakkan tangannya.

Selain itu, kaum 'Ad juga dikenal sebagai bangsa yang sangat kuat dan tangguh. Mereka memiliki masa hidup yang luar biasa panjang, bahkan sebagian dari mereka mencapai usia lebih dari 400 tahun.

Sayangnya, meskipun diberkahi dengan tubuh yang kuat dan kehidupan yang panjang, kaum 'Ad ini terjerumus ke dalam kesesatan dengan menyembah berhala dan tidak mau menerima ajaran tauhid yang disampaikan oleh Nabi Hud alaih salam.

Nabi Hud diutus oleh Allah untuk memberi petunjuk kepada kaumnya yang tenggelam dalam penyembahan berhala.

Namun, kaum 'Ad sangat membangkang terhadap dakwah Nabi Hud.

Mereka meremehkan dan menolak ajaran yang disampaikan oleh Nabi Hud, bahkan menuduhnya sebagai pembohong dan penyebar fitnah.

Meskipun Nabi Hud berusaha dengan keras untuk mengajak mereka kembali kepada Allah, mereka tetap tidak mau mendengarkan.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Hud bahkan memohon kepada Allah agar kaum 'Ad diberi peringatan melalui perubahan kondisi.

Ia meminta agar wanita-wanita mereka menjadi mandul, sehingga tidak ada generasi baru yang lahir.

Ketika hal ini terjadi, kaum 'Ad semakin khawatir dan mengadu kepada raja mereka, Jaljilan. Mereka menyadari bahwa peringatan Nabi Hud mungkin benar adanya.

Setelah bertahun-tahun mendakwahkan kaum 'Ad tanpa hasil, Allah menurunkan azab-Nya.

Pada suatu waktu, kaum 'Ad mengalami kemarau panjang yang luar biasa.

Tidak ada hujan yang turun selama bertahun-tahun, menyebabkan kekeringan yang parah, gagal panen, dan banyak hewan ternak mati.

Bahkan banyak dari mereka yang meninggal dunia karena kelaparan dan kekeringan yang menghancurkan kehidupan mereka.

Dalam kondisi yang sangat terdesak, beberapa orang dari kaum 'Ad pergi ke Makkah dan berdoa kepada berhala-berhala yang ada di sana, berharap agar kemarau yang melanda tanah mereka segera berakhir.

Namun, yang mereka dapatkan bukanlah hujan, melainkan azab dari Allah.

Awan hitam datang menghampiri mereka, dan mereka mengira itu adalah tanda hujan yang akan membawa berkah.

Namun, ketika awan tersebut semakin dekat, angin kencang yang sangat dahsyat keluar dari dalamnya, menghancurkan segala sesuatu yang ada di hadapan mereka.

Angin besar ini tidak hanya meluluhlantakkan rumah-rumah dan harta benda mereka, tetapi juga mengangkat tubuh-tubuh mereka ke udara.

Selama tujuh malam dan delapan hari, kaum 'Ad diangkat ke langit oleh angin yang sangat kuat, kemudian dijatuhkan dengan keras ke bumi, hingga mereka semua mati.

Tidak ada satu pun dari mereka yang selamat, dan peradaban mereka pun musnah.

Sementara itu, Nabi Hud alaih salam beserta pengikut setianya yang beriman selamat dari azab ini.

Nabi Hud sendiri, setelah kejadian tersebut, hijrah bersama para pengikutnya menuju Hadramaut di Yaman.

Di sana, beliau menghabiskan sisa hidupnya dan wafat. Makam beliau kini terletak di atas sebuah bukit, sekitar 50 km dari kota Siwun, Yaman, dan sering dikunjungi oleh para peziarah, terutama pada bulan Sya'ban.

---

Kisah Nabi Hud alaih salam dan kaum 'Ad mengajarkan kita banyak hal. Pertama, kita diajarkan untuk senantiasa mengesakan Allah dan menjauhi segala bentuk penyembahan selain-Nya.

Kedua, kita diajarkan bahwa setiap kemakmuran dan kekuatan yang diberikan oleh Allah harus disyukuri dengan ketaatan kepada-Nya, bukan dengan kesombongan dan kedurhakaan.

Ketiga, kisah ini mengingatkan kita bahwa azab Allah bisa datang kapan saja, terutama bagi mereka yang terus-menerus mengingkari peringatan-Nya.

Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran berharga dari kisah ini, dan senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu a'lam bish-shawab. (*)

Sumber: Youtube Jazirah Ilmu

Editor : Tina Mamangkey
#Nabi Hud #istri #mandul #raksasa #Kaum