GORONTALOPOST - Dajjal, sosok yang dikenal sebagai makhluk jahat yang akan muncul menjelang akhir zaman, menyimpan banyak tanda tanya dalam sejarahnya.
Banyak yang bertanya, apakah Dajjal akan tampil seperti manusia biasa, ataukah memiliki sifat-sifat lain yang lebih menyeramkan dan mengerikan.
Dajjal dikenal sebagai sosok yang mendapat penangguhan ajalnya oleh Allah, seperti halnya iblis yang tidak akan mati sampai datangnya hari kiamat.
Mari kita telusuri lebih dalam mengenai asal-usul Dajjal yang penuh dengan keajaiban, kejahatan, dan pengetahuan yang luar biasa.
Dajjal lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang yang sangat sederhana, berasal dari desa kecil yang terletak di antara Turki dan Mesir.
Orang tua Dajjal, yang dikenal dengan pasangan yang tidak menikah secara resmi, awalnya tinggal di sebuah desa bernama Raplah.
Setelah diketahui, mereka diusir oleh penduduk desa dan terpaksa pindah ke sebuah desa pedalaman bernama Samiri atau Samro.
Ayah Dajjal bekerja sebagai penjaga dan petugas kebersihan kandang ternak, serta bekerja sebagai pemotong kayu.
Setelah tinggal di sana, mereka berharap untuk memiliki seorang anak, namun usaha mereka tak kunjung membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, sang istri bermimpi bertemu dengan seorang pendeta yang ternyata merupakan wujud iblis.
Dalam mimpinya, dia mendapatkan petunjuk untuk mencari sebuah kuil di ujung desa, yang kemudian mereka lakukan.
Dalam kuil kecil itu, mereka melakukan ritual pemujaan kepada patung anak lembu.
Tak lama setelah melakukan ritual tersebut, sang istri hamil. Namun, kehamilannya berlangsung sangat lama, yaitu 13 bulan, dan selama itu pula sang ayah meninggal dunia.
Ketika akhirnya anak tersebut lahir, dia memiliki penampilan yang sangat aneh: tubuhnya yang bersisik mirip ular, mata kirinya buta, dan mata kanannya menonjol.
Tak hanya itu, di dahinya terdapat tulisan "Kafir" yang bisa dibaca oleh setiap orang yang beriman kepada Allah, seperti yang dijelaskan dalam hadis.
Setelah kelahiran yang penuh keanehan itu, sang ibu meninggal dunia, meninggalkan bayi yang lahir dengan cacat.
Bayi ini kemudian dibawa oleh para pendeta ke laut, dan Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk menyelamatkannya.
Jibril membawa Dajjal muda ke sebuah pulau kecil yang indah dan memberinya penjaga, yaitu seekor binatang besar yang bisa berbicara dalam bahasa manusia.
Binatang tersebut merawat Dajjal dengan penuh kasih sayang dan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.
Pada usia 7 tahun, Dajjal bangun dan merasa cemas akan asal-usulnya.
Binatang itu kemudian mengajaknya untuk mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
Di pulau tersebut, Dajjal belajar banyak tentang ilmu pengetahuan dan ajaran tauhid dari Jibril, yang menuliskan pesan-pesan penting di lempengan-lempengan yang ditemukan Dajjal.
Lempengan-lempengan itu berisi ajaran untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, namun Dajjal kecil enggan untuk mengikuti petunjuk tersebut.
Dajjal, yang dikenal dengan nama Samiri pada masa kecilnya, tumbuh menjadi sosok yang sangat cerdas.
Ia mempelajari banyak hal, dari ilmu pengetahuan hingga hikmah yang diberikan oleh malaikat Jibril.
Meskipun terus diingatkan oleh pengasuhnya untuk beribadah kepada Allah, Samiri justru semakin merasa bingung dan akhirnya memberontak.
Ia merasa lelah dengan kehidupan yang serba terbatas dan mulai mempertanyakan eksistensi Tuhan.
Pada akhirnya, Samiri memutuskan untuk meninggalkan pulau dan melanjutkan petualangannya. Ia membangun perahunya sendiri dan berlayar ke dunia luar, mencari pengetahuan dan kekayaan.
Dalam perjalanannya, ia menemukan dirinya di Yaman dan banyak tempat lainnya, bahkan mencapai Palestina.
Selama perjalanan itu, ia tetap muda dan tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan, meskipun telah hidup ratusan tahun.
Dajjal akhirnya tiba di Palestina, di mana ia merasa layak untuk menjadi Tuhan.
Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan binatang dan makhluk lainnya.
Namun, meskipun Dajjal merasa dirinya lebih unggul, ia tetap merasakan kekosongan dan keinginan untuk menjadi pemimpin dunia.
Dalam perjalanannya, Dajjal terlibat dalam berbagai kejadian yang menunjukkan kebohongan dan penipuannya.
Pada masa Nabi Musa, Samiri, yang kala itu masih muda, bekerja sebagai asisten Nabi Musa.
Dalam kisah tersebut, Samiri mencuri pasir yang terinjak oleh kaki malaikat Jibril ketika peristiwa terbelahnya Laut Merah.
Ia juga membuat patung anak sapi yang menyebabkan banyak orang Bani Israil menyembahnya, meskipun Nabi Musa telah memperingatkan mereka untuk tidak menyembah berhala.
Seiring waktu, Dajjal terus berkembang dan menjadi sosok yang sangat berbahaya.
Ia mulai menggunakan kekuatan magis untuk menciptakan kekacauan dan kebingungan di dunia.
Salah satu kekuatan utama Dajjal adalah kemampuannya untuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati, yang ia peroleh dari tanah bekas pijakan kaki malaikat Jibril.
Kekuatan inilah yang digunakan Dajjal untuk menipu dan memperdaya banyak orang.
Dajjal diyakini akan muncul menjelang akhir zaman sebagai sosok yang mengaku sebagai Tuhan.
Ia akan menyesatkan banyak orang dengan tipu dayanya, dan hanya mereka yang beriman kepada Allah yang akan selamat dari kejahatannya.
Dajjal juga akan menemui perlawanan dari Nabi Isa (Yesus) alaihissalam, yang akan menghancurkan kekuasaannya.
---
Kisah Dajjal adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan misteri, pengetahuan, dan kejahatan.
Dari asal-usulnya yang penuh keanehan hingga kemampuan luar biasa yang dimilikinya, Dajjal merupakan sosok yang akan terus menjadi pusat perhatian hingga akhir zaman.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berpegang teguh pada ajaran tauhid, agar terhindar dari tipu daya Dajjal yang penuh kebohongan. (*)
Sumber: Youtube Jazirah Ilmu