Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Nabi Ini Bisa Hidup Kembali Meskipun Telah Dibunuh 70 Kali

Tina Mamangkey • Jumat, 6 Desember 2024 | 08:26 WIB
Ilustrasi, Nabi ini bisa hidup kembali meskipun telah dibunuh 70 kali.
Ilustrasi, Nabi ini bisa hidup kembali meskipun telah dibunuh 70 kali.

GORONTALOPOST - Kisah ini mengisahkan tentang seorang nabi yang hidup di masa kerajaan-kerajaan klasik, sebuah cerita yang penuh dengan keanehan dan kejadian-kejadian yang di luar nalar manusia.

Meski telah dibunuh 70 kali dengan cara yang berbeda-beda, nabi ini selalu hidup kembali.

Siapakah nabi tersebut dan apa yang membuat kisahnya begitu luar biasa?

Nabi yang dimaksud adalah Nabi Jirjis, yang sering disebut juga dengan nama George dalam bahasa Barat.

Ia hidup sekitar abad ketiga hingga keempat Masehi, di antara masa Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.

Nama lengkapnya adalah Jirjis bin Cultine, dan ia berasal dari Yunani. Nabi Jirjis diutus kepada suatu kaum yang hidup dalam penyembahan berhala, yang dipaksakan oleh seorang raja yang sangat zalim, Raja Darian.

Kejamnya Raja Darian dan Penindasan Terhadap Kaumnya
Raja Darian membangun 70 berhala yang diletakkan di dalam istananya dan memaksa rakyatnya untuk menyembahnya.

Setiap orang yang menolak dihukum mati dengan cara dilemparkan ke dalam lubang api yang dibakar dengan kayu hingga membara.

Dalam situasi ini, banyak rakyat yang memilih mati daripada menyembah berhala, dan tak sedikit yang meninggal dunia. Tercatat bahwa sekitar 34.000 orang tewas di tangan Raja Darian.

Karena semakin banyaknya korban yang jatuh, Allah mengutus Nabi Jirjis untuk menyadarkan raja yang zalim ini. Nabi Jirjis datang kepada Raja Darian dengan penuh kelembutan dan berkata, "Mengapa engkau menyembah patung-patung yang tidak bisa mendengar, melihat, atau menolong diri mereka sendiri?" Namun, Raja Darian merasa tersinggung dan membalas, "Kekayaanku dan kerajaanku ini semua datang berkat penyembahan berhala.

Lihat dirimu, aku tidak melihat kemewahan apa pun dari Tuhan yang engkau sembah."

Karena kalah dalam debat tersebut, Raja Darian marah dan memerintahkan pengawalnya untuk menyiksa Nabi Jirjis.

Tubuh Nabi Jirjis disiram dengan air mendidih yang dicampur dengan racun hingga kulitnya melepuh.

Bahkan, mereka menggunakan penggaruk tajam untuk menggores tubuhnya hingga terlihat tulang-tulangnya. Nabi Jirjis pun wafat dalam keadaan mengenaskan.

Namun, keajaiban terjadi. Keesokan harinya, seorang pria datang ke istana, dan ternyata itu adalah Nabi Jirjis yang hidup kembali.

Wajahnya lebih tampan dari sebelumnya, dan ia langsung berteriak, "Wahai Raja yang zalim, katakanlah tiada Tuhan selain Allah!" Raja Darian yang terkejut pun mencoba untuk membunuhnya lagi.

Raja Darian tidak menyerah begitu saja. Ia memerintahkan untuk menancapkan 6 pasak besi tajam ke tubuh Nabi Jirjis hingga menembus tubuhnya.

Nabi Jirjis pun wafat untuk kedua kalinya. Namun, atas izin Allah, Malaikat Jibril datang untuk mencabut pasak-pasak besi tersebut dan menyembuhkan Nabi Jirjis seketika.

Raja Darian semakin marah dan memutuskan untuk merebus Nabi Jirjis dalam sebuah pot besar yang berisi air mendidih.

Nabi Jirjis kembali wafat, tetapi sekali lagi, Allah menghidupkannya kembali dengan sempurna.

Begitulah kisah Nabi Jirjis yang dibunuh sebanyak 70 kali oleh Raja Darian. Setiap kali beliau dibunuh, Allah selalu menghidupkannya kembali.

Setelah berulang kali mengalami kematian dan kebangkitan, Raja Darian mulai kewalahan.

Semua usaha untuk membunuh Nabi Jirjis gagal total. Bahkan, ketika Darian mencoba merayu Nabi Jirjis untuk menyembah berhalanya dengan janji akan mentaatinya setelah itu, Nabi Jirjis tetap menolak. Ia tetap teguh pada ajaran Tauhid dan tidak mau tunduk kepada berhala.

Nabi Jirjis kemudian dipenjara di sebuah gubuk tua bersama seorang nenek dan putranya yang buta, tuli, dan bisu.

Suatu hari, ketika Nabi Jirjis berdoa kepada Allah, Allah mengabulkan doa tersebut dengan mengeluarkan buah dari tiang penopang gubuk yang berubah menjadi hijau.

Sang nenek, yang melihat mukjizat ini, memohon agar Nabi Jirjis berdoa agar putranya yang cacat dapat disembuhkan.

Doa Nabi Jirjis pun dikabulkan, dan putra tersebut bisa mendengar, melihat, dan berbicara kembali.

Setelah itu, sang nenek dan anaknya memutuskan untuk masuk Islam.

Nabi Jirjis kemudian mengutus anak tersebut untuk menghadap berhala-berhala Raja Darian dan menyampaikan pesan dari Nabi Jirjis.

Dengan izin Allah, patung-patung berhala itu mulai bergerak dan berjalan menuju gubuk Nabi Jirjis.

Setelah itu, tanah di sekitar gubuk tersebut terbuka dan menelan berhala-berhala itu hingga menghilang.

Melihat kejadian luar biasa ini, istri Raja Darian yang menyaksikannya diam-diam mulai percaya dan masuk Islam.

Ia kemudian menyampaikan pada penduduk kerajaan bahwa Nabi Jirjis adalah utusan Allah.

Raja Darian, yang merasa dipermalukan, semakin marah dan mengancam istrinya.

Namun, sang istri tetap teguh dengan keyakinannya, menjelaskan bahwa ia memeluk Islam karena melihat mukjizat yang sangat jelas dari Nabi Jirjis.

Kisah yang Penuh Keajaiban

Kisah Nabi Jirjis menunjukkan betapa besar kuasa Allah dalam menghidupkan dan mematikan.

Nabi Jirjis tidak hanya merupakan seorang utusan Allah yang memiliki keberanian luar biasa, tetapi juga menjadi contoh bagi umat manusia tentang keteguhan iman, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Kisahnya juga mengajarkan kita bahwa kekuasaan dan kemewahan duniawi tidak akan membawa kebahagiaan abadi, dan hanya dengan iman kepada Allah lah kita mendapatkan kehidupan yang sesungguhnya.

Inilah kisah Nabi Jirjis, seorang nabi yang hidup kembali setelah dibunuh 70 kali, yang mengajarkan kita tentang keberanian, keimanan, dan mukjizat Allah yang tiada batasnya. (*)

Sumber: Youtube @Jazirah Ilmu

Editor : Tina Mamangkey
#nabi #Dibunuh 70 kali #dibunuh #Nabi Jirjis