Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Misteri Gambar Mermaid di Kitab Ulama Abad Ke-12, Apakah Mereka Benar-benar Melihatnya?

Tina Mamangkey • Jumat, 6 Desember 2024 | 08:23 WIB
Ilustrasi, Misteri mengenai putri duyung atau mermaid tetap menjadi topik yang penuh teka-teki hingga kini.
Ilustrasi, Misteri mengenai putri duyung atau mermaid tetap menjadi topik yang penuh teka-teki hingga kini.

GORONTALOPOST - Putri duyung atau yang dikenal dengan nama mermaid adalah salah satu makhluk mitologi yang sangat terkenal di berbagai budaya dunia.

Dalam banyak cerita, makhluk ini digambarkan sebagai manusia setengah ikan—bagian tubuh atasnya berbentuk manusia, sementara bagian bawahnya berupa ekor ikan.

Biasanya, sosok ini digambarkan sebagai perempuan dan sering kali menjadi subjek dalam cerita rakyat serta legenda di kalangan masyarakat.

Namun, apa jadinya jika cerita tentang putri duyung ini tidak hanya hadir dalam dongeng atau mitos, tetapi juga ditemukan dalam karya tulis para ulama dari abad ke-12? Apakah ini berarti bahwa makhluk mitologi ini memang benar-benar ada?

Asal Usul Legenda Putri Duyung

Cerita mengenai mermaid atau putri duyung telah dikenal sejak zaman dahulu, dan tidak hanya muncul dalam cerita rakyat Eropa.

Mitos tentang makhluk setengah manusia dan setengah ikan ini ditemukan di berbagai budaya di seluruh dunia.

Legenda ini seringkali dikaitkan dengan laut, tempat mereka dikatakan tinggal, dan para pelaut merupakan saksi utama yang menceritakan kisah mereka.

Salah satu cerita yang paling terkenal berasal dari Syria di zaman kuno.

Di sana terdapat kisah seorang dewi bernama Atargatis yang, karena sebuah insiden tragis, membunuh kekasihnya dan merasa sangat malu.

Untuk melarikan diri dari rasa malu tersebut, ia terjun ke dalam danau dan berubah menjadi seekor ikan.

Namun, karena kecantikannya yang luar biasa, Atargatis tidak bisa sepenuhnya berubah menjadi ikan, sehingga tubuhnya menjadi setengah manusia dan setengah ikan.

Selain itu, di Yunani, ada legenda tentang makhluk yang dikenal dengan nama Siren, yang sering digambarkan sebagai makhluk setengah wanita, setengah burung, atau ikan.

Siren dipercaya memiliki kemampuan untuk memikat pelaut dengan suara nyanyian mereka yang memabukkan, yang sering kali menyebabkan para pelaut kehilangan kendali dan kapal mereka menabrak batu.

Di Rusia, makhluk serupa dikenal dengan nama Rusalka, sementara di Jepang, mereka dikenal dengan nama Ningyo, yang berarti "manusia ikan".

Sosok Ningyo digambarkan lebih menyeramkan, dengan wajah seperti monyet dan suara yang menyenangkan namun mematikan.

Ada juga versi berbeda dari legenda ini yang berkembang di Afrika, yang menyebut makhluk ini dengan nama Mami Wata.

Penemuan Putri Duyung oleh Penjelajah dan Ilmuwan
Salah satu cerita yang paling menarik datang dari penjelajah terkenal Christopher Columbus.

Pada 9 Januari 1493, Columbus, bersama awak kapalnya, sedang berlayar di sekitar wilayah Dominika, Karibia.

Ketika berlayar, Columbus mengklaim telah melihat tiga putri duyung atau mermaid yang sedang muncul di permukaan laut.

Namun, ia menggambarkan mermaid yang dilihatnya tidak seindah yang dibayangkan oleh orang-orang pada umumnya.

Columbus menyarankan bahwa apa yang dilihatnya kemungkinan besar adalah lembu laut yang disalahartikan sebagai putri duyung.

Namun, penemuan tentang mermaid ini tidak berhenti hanya pada cerita para penjelajah.

Di Indonesia, sebuah manuskrip misterius yang ditemukan di Museum British berjudul Serat Jaya Lengkara menyimpan gambar wayang yang menggambarkan sosok mirip putri duyung, dengan kepala wayang dan tubuh ikan.

Meski demikian, manuskrip ini tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai gambar tersebut.

Pada abad ke-17, penemuan serupa terjadi di Ambon, Indonesia. Pada tahun 1706, seorang pendeta Belanda bernama Samuel Failers melakukan perjalanan ke Ambon dan mulai mengamati kehidupan laut di sana.

Samuel menggambar berbagai biota laut yang ia temui, termasuk makhluk yang ia sebut sebagai Shireen atau Siren.

Dalam catatannya, Samuel menggambarkan makhluk aneh yang diduga adalah putri duyung, yang dibawa oleh anaknya dari Pulau Buru dan dipelihara di rumahnya selama beberapa hari.

Penemuan ini kemudian disebarluaskan oleh seorang penginjil lain bernama Francois Valentine, yang menggambar ulang makhluk tersebut dengan lebih rinci.

Legenda Putri Duyung dalam Kitab-Kitab Ulama

Walaupun mitos tentang mermaid sering dianggap sebagai cerita fantasi atau legenda semata, ada beberapa catatan yang menarik dalam literatur Islam mengenai makhluk ini.

Dalam sebuah kitab abad ke-14 berjudul Hayah al-Hayawan yang ditulis oleh Syekh Kamaluddin ad-Damiri, seorang ulama dan ahli zoologi asal Mesir, terdapat deskripsi tentang insanul-ma (manusia laut) yang mirip dengan putri duyung.

Dalam kitab ini, Syekh Kamaluddin mengutip bahwa ada laporan tentang makhluk setengah manusia dan setengah ikan yang pernah terlihat di laut Syam (sekarang wilayah Timur Tengah) dan Mesir.

Makhluk ini, menurutnya, memiliki tubuh manusia bagian atas dan ekor ikan bagian bawah.

Selain itu, dalam kitab Al-Kazwaini, karya Zakaria al-Kazwaini, seorang kosmografer Persia, juga disebutkan tentang makhluk mitologi yang mirip dengan putri duyung.

Dalam karya tersebut, al-Kazwaini menggambarkan makhluk laut dengan bentuk manusia yang memiliki rambut panjang dan alat kelamin seperti manusia.

Ia juga mencatat bahwa para nelayan yang menemukan mereka sering kali menikahi mereka dan kemudian melepaskan mereka kembali ke laut.

Pada abad ke-18, seorang ulama lain, Imam Azarkoni, mencatat bahwa putri duyung masuk dalam kategori hewan yang tidak boleh dinikahi karena dianggap sebagai makhluk yang tidak suci.

Namun, menurut Ibnu Utsaimin, seorang ulama kontemporer, putri duyung boleh dimakan karena mereka dianggap bagian dari hewan laut yang halal.

Lalu, mengapa ulama-ulama tersebut menulis tentang putri duyung dalam kitab mereka? Apakah mereka benar-benar percaya bahwa makhluk ini ada? Sebenarnya, banyak di antara mereka yang tidak mengklaim bahwa mereka telah melihat putri duyung secara langsung.

Sebaliknya, mereka menuliskan apa yang mereka dengar atau baca dari sumber-sumber lain.

Dalam konteks Imam Azarkoni dan Ibnu Utsaimin, mereka menjawab pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat pada masa itu, sesuai dengan hukum agama dan mitos yang beredar.

Jadi, meskipun ulama menulis tentang putri duyung, hal itu tidak serta-merta berarti mereka percaya bahwa makhluk tersebut nyata.

---

Misteri mengenai putri duyung atau mermaid tetap menjadi topik yang penuh teka-teki hingga kini.

Meskipun berbagai budaya di dunia telah menceritakan kisah-kisah mereka, keberadaan makhluk ini masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Adanya catatan dalam kitab-kitab ulama dan penemuan gambar-gambar putri duyung di berbagai tempat mungkin hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat pada zaman itu dan bagaimana mereka mencoba menjelaskan fenomena alam yang mereka temui.

Oleh karena itu, hingga saat ini, apakah mermaid benar-benar ada atau hanya legenda, masih menjadi sebuah misteri yang belum terungkap dengan pasti.

Wallahu a'lam bissawab. (yji)

 

Editor : Tina Mamangkey
#putri duyung #mermaid #makhluk mitologi #kitab