Gorontalopost, KOTA MASOHI – Warga Muslim di Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali melaksanakan Shalat Id lebih awal dari ketetapan pemerintah.
Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun, dengan perhitungan hisab tradisional yang menjadi pedoman dalam menentukan awal Syawal.
Baca Juga: Lonjakan Pemudik dari Manado Menuju Gorontalo Palu Sulteng di Terminal Malalayang Semakin Ramai
Menurut Kepala Pemerintahan Negeri Wakal, Ahaja Suneth, metode ini telah diwariskan sejak zaman leluhur dan dipercaya memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
"Jika 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka 1 Syawal pasti jatuh pada hari Sabtu. Ini adalah metode yang kami pegang teguh," katanya.
Shalat Id yang digelar di Masjid Nurul Awal Wakal dihadiri ratusan jemaah.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga banyak yang harus melaksanakan shalat di luar area masjid.
Baca Juga: Idul Fitri 2025 Jatuh pada 31 Maret, Hilal di Gorontalo Masih Minus 2,42 Derajat
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, belasan personel kepolisian dan TNI diterjunkan ke lokasi.
Meskipun berbeda dari keputusan pemerintah, warga Wakal tetap konsisten dengan tradisi mereka.
Perayaan Idul Fitri lebih awal ini mencerminkan bagaimana kearifan lokal tetap terjaga di tengah era modernisasi.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang