Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pesona Wisata Kabupaten Gorontalo di PENAS KTNA XVII 2026, Dari Dulamayo hingga Bubohu Bongo

Azis Manansang • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:48 WIB

 

Saat Wisata, Budaya, dan Masa Depan Bertemu dalam Satu Perjalanan
Kabupaten Gorontalo tak sekadar menjadi tuan rumah PENAS KTNA XVII 2026, tetapi  menjelma sebagai panggung masa depan pariwisata, memadukan teknologi, alam, dan spiritualitas dalam pengalaman yang menggugah.(F:Prokopim)
Saat Wisata, Budaya, dan Masa Depan Bertemu dalam Satu Perjalanan Kabupaten Gorontalo tak sekadar menjadi tuan rumah PENAS KTNA XVII 2026, tetapi menjelma sebagai panggung masa depan pariwisata, memadukan teknologi, alam, dan spiritualitas dalam pengalaman yang menggugah.(F:Prokopim)

 

Gorontalopost, LIMBOTO - Juni 2026 menjadi momen penting bagi Kabupaten Gorontalo. 

Tak hanya menjadi tuan rumah pertemuan nasional petani dan nelayan, daerah ini juga memanfaatkan ajang 

PENAS KTNA XVII untuk menampilkan wajah baru sektor pariwisata yang kian berkembang.

Perjalanan wisata di Gorontalo seakan dimulai dari kawasan Puncak Dulamayo. Dikenal sebagai “Bogornya Gorontalo” 

kawasan ini menawarkan kesejukan udara, hutan pinus, serta pengalaman wisata alam yang imersif. 

Ekowisata di Dulamayo kini berkembang sebagai simbol pariwisata berkelanjutan 

yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi pengunjung.

Beranjak ke pusat kota Limboto, Menara Pakaya tampil sebagai ikon modern daerah. 

Dari ketinggian 65 meter, pengunjung dapat menikmati panorama kota hingga Danau Limboto. 

Saat malam hari, cahaya LED yang menghiasi menara menciptakan nuansa futuristik yang memperkuat daya tarik ruang publik.

Tak jauh dari sana, Masjid Agung Baiturrahman Limboto bersama taman budaya dan kawasan perkantoran menghadirkan harmoni antara modernitas dan nilai spiritual. 

Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus meninggalkan akar budaya, melainkan memperkuatnya.

Perjalanan ditutup di kawasan pesisir Desa Wisata Bubohu Bongo. Destinasi ini 
menghadirkan konsep wisata religi berbasis alam, 

dengan Masjid Walima Emas yang berdiri megah di atas bukit menghadap Teluk Tomini. 

Dengan berbagai destinasi tersebut, Kabupaten Gorontalo menjadikan PENAS KTNA XVII sebagai momentum memperkuat pariwisata sebagai motor ekonomi masa depan.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
#Dulamayo #wisata gorontalo #Penas KTNA #PARIWISATA #Bubohu