Gorontalopost, GORONTALO – Protes warga Gorontalo terhadap praktik leasing yang dinilai semena- mena akhirnya membuahkan hasil.
Selasa (9/9/2025), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo langsung menggelar rapat gabungan.
Baca Juga: HUT ke-1 DPRD Gorontalo: Syukuran Sederhana, Refleksi Setahun, dan Komitmen untuk Rakyat
Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran prosedur oleh kantor leasing Estadana Ventura Cabang Gorontalo.
Rapat yang berlangsung di Ruang Dulohupa DPRD ini mempertemukan Komisi I (BidangHukum dan Pemerintahan).
Dan Komisi II (Bidang Ekonomi dan Keuangan) bersama warga yang menjadi korban.
Serta perwakilan dari pihak leasing. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD, La Ode Haimudin.
Warga menyampaikan keluhannya terkait penarikan kendaraan yang dilakukan tanpa prosedur yang jelas.
Mereka juga menyoroti besarnya denda dan biaya penarikan yang dibebankan secara sepihak, yang dinilai sangat memberatkan dan merugikan konsumen.
“Bayangkan, kendaraan kami ditarik tanpa penjelasan yang transparan.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Ungkap Laporan Kinerja 2025, Tahun Pertama Penuh Sinergi dan Prestasi
Lalu kami dibebani biaya tambahan yang jumlahnya bahkan tidak bisa kami verifikasi. Ini tidak adil,” keluh salah satu warga dalam forum rapat tersebut.
Menanggapi hal ini, DPRD mengambil sikap tegas namun bijak.
Setelah mendengarkan argumen dari semua pihak, rapat menghasilkan kesepakatan damai melalui mediasi.
DPRD juga menekankan pentingnya lembaga pembiayaan menaati aturan serta menghormati hak konsumen.
La Ode Haimudin menyatakan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan lanjutan terhadap praktik perusahaan leasing di daerah.
“Kami akan kawal kesepakatan ini hingga benar-benar dijalankan.
DPRD hadir untuk melindungi hak-hak rakyat, dan segala bentuk pelanggaran prosedur harus ditertibkan,” tegasnya.
Ia juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin melapor jika mengalami perlakuan serupa dari lembaga pembiayaan lainnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang