Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Bongkar Anggaran Meyke Camaru Desak TAPD Transparan, Soroti Program Siluman dan Pagu Jebol

Azis Manansang • Rabu, 1 Oktober 2025 | 07:33 WIB

 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru.(F:Dok)
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru.(F:Dok)

Gorontalopost,GORONTALO- Dalam rapat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin (29/9/2025).

Baca Juga: Mahasiswa HMI Geruduk Kantor Bupati Pohuwato, Lempari Lumpur Protes Tambang Ilegal

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, melayangkan sorotan tajam terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai janggal.

Ia menggarisbawahi bahwa setiap program yang diajukan harus melalui proses yang terencana dan sesuai dengan dokumen perencanaan resmi.

Menurut Meyke, keterlibatan DPRD dalam pembahasan anggaran bukan sekadar menjalankan rutinitas.

Melainkan bagian dari tanggung jawab konstitusional untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja pemerintah.

"Kami tidak ingin DPRD hanya jadi pelengkap formalitas.

Fungsi kami adalah memastikan setiap rupiah dari anggaran itu jelas asal-usul dan tujuannya," ujarnya tegas.

Ia menyoroti munculnya kegiatan yang tidak tercantum dalam rencana awal dan bahkan melebihi batas anggaran (pagu) yang telah disepakati sebelumnya.

Menurutnya, kejadian seperti itu harus dijelaskan secara terbuka dan transparan kepada publik.

“Kalau ada program tiba-tiba muncul tanpa perencanaan, wajar kalau publik bertanya-tanya. Kami pun jadi bertanya, ini program dari mana?” sindir Meyke.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ultimatum Crazy Rich, Stop Kabur dari Pajak, Rp 60 Triliun Harus Masuk Kas Negara

Meyke juga mengkritik jawaban TAPD yang dinilai terlalu normatif dan kurang substansi.

Ia menuntut penjelasan yang lebih rinci agar proses penyusunan anggaran bisa dipahami semua pihak dan menghindari potensi kesalahan kebijakan.

“Jangan jawab setengah hati. Yang kami minta bukan narasi umum, tapi data dan penjelasan konkret,” katanya penuh penekanan.

Meski menyampaikan kritik keras, Meyke menegaskan bahwa Banggar tidak berniat menghambat pembangunan.

Ia justru ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat dan sesuai aturan.

“Kami hanya ingin pastikan anggaran tidak disalahgunakan. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum kepada rakyat,” tutup politisi perempuan itu dengan nada serius.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Berita Gorontalo #DPRD Gorontalo #TAPD #akuntabilitas pemerintah #Meyke Camaru #transparansi anggaran #pagu anggaran #Banggar #AnggaranDaerah