Gorontalopost, LIMBOTO – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menurunkan tim untuk melakukan inspeksi lapangan di SPBU Limboto.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap kebijakan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Khususnya jenis Solar, yang kerap menjadi sorotan publik terkait ketepatan distribusinya.
Dalam agenda tersebut, rombongan Komisi II yang dipimpin oleh Ridwan Manoarfa turut meninjau penerapan sistem barcode dan aplikasi MyPertamina.
Kedua sistem ini menjadi alat kontrol utama dalam memastikan subsidi BBM benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Pihak pengelola SPBU Limboto pun hadir untuk memberikan penjelasan langsung mengenai mekanisme penerapan di lapangan.
Hasil tinjauan menunjukkan kondisi distribusi Solar subsidi di SPBU Limboto dalam keadaan aman dan stabil.
Tidak tampak antrean panjang, dan ketersediaan pasokan dinilai cukup untuk kebutuhan masyarakat setempat.
Sistem barcode yang digunakan, khususnya bagi petani, juga dinilai efektif dalam menghindari penyalahgunaan subsidi.
Anggota Komisi II, Venny Anwar, menilai penerapan sistem digital seperti barcode dan MyPertamina merupakan langkah maju dalam penyaluran subsidi.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya pendampingan dan edukasi bagi para petani agar terbiasa dengan sistem berbasis teknologi.
“Inovasi digital ini sangat membantu, tapi pemerintah perlu terus mendampingi masyarakat agar adaptasinya berjalan mulus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Venny menegaskan komitmen DPRD Gorontalo untuk terus memantau penyaluran BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pertamina, supaya program subsidi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Komisi II pun menyimpulkan, secara umum distribusi Solar subsidi di SPBU Limboto telah berjalan sesuai mekanisme.
Meski masih memerlukan peningkatan dalam hal edukasi
dan pengawasan berkelanjutan.(Antx).