Gorontalopost, JAKARTA- Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke PD Pasar Jaya.
BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikenal berhasil mengelola pasar tradisional dan modern secara profesional.
Baca Juga: Polda Gorontalo Siap ‘Sapu Bersih’ Pelanggaran, Latpraops Zebra Otanaha 2025 Resmi Dimulai
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ridwan Monoarfa, bersama jajaran Komisi II pada Sabtu (15/11/25).
Tujuan utama kunjungan ini adalah mempelajari penerapan manajemen pasar yang diterapkan Pasar Jaya.
Mulai dari tata letak pedagang, pengelolaan kebersihan, sistem keamanan, hingga pengembangan kawasan kuliner dan ruang kreatif.
Studi lapangan digelar di Pasar Santa, salah satu pasar ikonik yang kini menjadi magnet anak muda dan komunitas.
Dalam dialog bersama pengelola, Ridwan Monoarfa memuji kerapihan dan ketertiban yang diterapkan Pasar Santa.
Ia menilai pola penataan zonasi yang jelas mulai dari area basah hingga kuliner dapat menjadi contoh konkret bagi pengelolaan pasar di Gorontalo.
“Yang kami lihat di sini tertata rapi dan disiplin. Ini standar yang harus kita pelajari,” tuturnya dalam pertemuan tersebut.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa ketertiban dapat tercapai karena dukungan sistem pengawasan yang kuat.
Petugas keamanan, pembersihan terjadwal, serta penerapan budaya kerja mengacu pada prinsip 5S ala Jepang.
Mereka juga memaparkan bagaimana integrasi komunitas kreatif, festival, kuliner, hingga pasar hobi mampu mendongkrak kunjungan masyarakat.
Usai meninjau langsung, Komisi II menyimpulkan sejumlah hal yang dapat diadopsi untuk Gorontalo.
Antara lain penataan zonasi yang lebih jelas, kedisiplinan pedagang, penguatan fungsi pasar sebagai ruang publik kreatif, serta sistem pengawasan terpadu.
“Pengalaman Pasar Jaya memberi kita banyak inspirasi. Jika ingin membangun pasar modern, konsepnya harus dirancang sejak awal dengan matang,” ujar Ridwan.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang