Gorontalopost, GORONTALO - Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukankunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Prasarana
dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP)Kementerian Pertanian RI, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Musda Golkar Kota Gorontalo Resmi Tetapkan Meyke Camaru sebagai Ketua Periode 2025–2030
Agenda utama pertemuan ini adalah memastikan keberlanjutan dukungan sarana produksi pertanian, khususnya benih jagung dan pupuk subsidi.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menegaskan bahwa
program bantuan benih jagung terbukti mendorong peningkatan produksi petani.
Namun, ia mengingatkan bahwa lonjakan hasil panen tidak akan maksimal apabila tidak diiringi dengan ketersediaan pupuk subsidi yang cukup.
Menurut Erwinsyah, di tingkat petani masih muncul kekhawatiran terkait
kepastian alokasi pupuk subsidi, terutama untuk tahun 2026.
Peningkatan jumlah benih dan luas tanam, kata dia, harus dibarengi dengan penyesuaian kuota pupuk agar petani tidak dirugikan.
Baca Juga: Duel Kuat Dua Legislator Puncak Botu di Musda Golkar Kota Gorontalo
Ia juga menyoroti masih sering terjadinya ketimpangan antara distribusi benih dan pupuk.
Meski pemerintah telah menurunkan harga pupuk pada Oktober 2025, persoalan
di lapangan tetap berkutat pada keterjangkauan dan kelancaran distribusi.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Gorontalo menegaskan pentingnyasinkronisasi kebijakan di internal Kementerian Pertanian
agar program peningkatan produksi jagung benar-benar berdampak langsung padakesejahteraan petani.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang