Gorontalopost, GORONTALO - Program Gorontalo Satu Data (GSD) turut menjadi sorotan DPRD Provinsi Gorontalo,
terutama terkait kerja sama pemerintah dengan Australia melalui program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA).
Baca Juga: Program Strategis Nasional Hadir di Boalemo, Kampung Nelayan Modern Dibangun
Anggota Komisi I, Yeyen Sidiki, meminta penjelasan rinci mengenai bentuk kolaborasi dan aliran dukungan dana dalam program tersebut.
Dalam RDP Komisi I yang digelar di ruang Duluhupa DPRD, Yeyen mengaku masih banyak pihak,
termasuk anggota dewan, yang belum sepenuhnya memahami implementasi program SKALA di daerah.
Ia menilai transparansi menjadi kunci agar program ini benar-benar memberi manfaat.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana program tersebut sudah berjalan di tingkat desa.
Berdasarkan kunjungan lapangan yang kerap dilakukan Komisi I, informasi mengenai dampak nyata program dinilai belum terlihat jelas di masyarakat.
“Kami ingin tahu sejauh mana pelaksanaan di lapangan dan bagaimana pemanfaatannya di desa. Jangan sampai program besar tapi gaungnya belum terasa di bawah,” ujarnya.
Komisi I berharap pemerintah daerah melalui OPD terkait dapat membuka secara detail pola kerja sama, alur pendanaan, serta capaian program.
Baca Juga: Kabupaten Gorontalo Raih UHC Award 2026, Masuk 75 Daerah Terbaik Nasional
Dengan begitu, kolaborasi internasional melalui SKALA benar-benar berjalan transparan dan akuntabel.
Sementara itu persoalan ini menjadi perhatian Komisi I mengingat pengolahan program SKALA yakni sebuah program kemitraan Australia dan Indonesoia.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Fadli Poha ini menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, perwakilan Dinas kominfootik , Dinas P3A dan Pemdes.
Ketua komisi I mengungkapkan bahwa RDP ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan data mmikro terpilah bersesuain dengan perundang-undangan yang mengatur perlindungan data.
"Artinya dari program GSD yang dikerjasamakan dengan SKALA kami ingin memastikan apakah data -data yang tampilkan bisa aman," ujarnya.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang