Gorontalopost, BONEPANTAI – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan II Bone Bolango, Femy Udoki,
turun langsung ke Desa Lembah Hijau, Kecamatan Bonepantai, dalam agenda Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025–2026, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Jelang Penas KTNA 2026, Pemkab Gorontalo Serahkan DED Jalan Strategis dan GOR David-Tony
Kunjungan ini difokuskan pada persoalan infrastruktur lingkungan yang dikeluhkan warga, khususnya sistem drainase yang tak lagi berfungsi optimal.
Di lokasi, Femy menemukan sejumlah saluran air dalam kondisi memprihatinkan.
Beberapa titik terlihat dangkal akibat sedimentasi, tersumbat sampah, serta tidak lagi mampu menampung aliran air saat hujan deras mengguyur.
Situasi inilah yang disebut warga sebagai pemicu utama banjir yang berulang kali merendam permukiman.
Warga Desa Lembah Hijau mengaku masalah tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan menyeluruh.
Setiap musim hujan, air meluap hingga masuk ke rumah-rumah, merusak perabotan dan menghambat aktivitas harian.
Kekhawatiran pun meningkat, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terdampak saat genangan datang tiba-tiba.
Menanggapi keluhan itu, Femy Udoki menilai persoalan drainase bukan sekadar isu lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Ia memastikan aspirasi tersebut akan dibawa ke pembahasan tingkat provinsi melalui jalur penganggaran serta dikoordinasikan dengan instansi teknis
agar normalisasi saluran air bisa segera direalisasikan.
Ia menegaskan, persoalan banjir tidak boleh dibiarkan menjadi siklus tahunan yang merugikan warga.
Melalui reses ini, Femy berharap kehadiran wakil rakyat benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Ia ingin setiap laporan warga bisa diterjemahkan menjadi program nyata, terutama untuk pembenahan infrastruktur dasar di Desa Lembah Hijau dan wilayah Bonepantai secara luas.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang