Gorontalopost, GORONTALO – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Balai Sungai Wilayah II Sulawesi.
Rombongan diterima langsung Kepala Balai bersama jajaran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satker,
Baca Juga: Polres Gorontalo Tertibkan 4 Titik PETI di Mootilango, Bongkar Camp dan Amankan Mesin Jet Pump
dan tim perencana dalam pertemuan yang berlangsung intens lebih dari tiga jam.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi Anas Yusuf,
Sekretaris Komisi I Wayan Sudiarta, serta anggota Komisi III lainnya seperti Indri Dunda, Faisal Hulukati, Hais Ayua, dan H. Sun Biki.
Agenda tersebut menjadi ajang silaturahmi Ramadan sekaligus forum koordinasi
membahas progres proyek infrastruktur sumber daya air di Gorontalo.
Espin Tulie menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian
dari silaturahmi di bulan suci Ramadan yang diinisiasi oleh anggota senior Komisi III, H. Sun Biki,
sekaligus sebagai langkah koordinasi untuk membahas keberlanjutan
proyek pembangunan infrastruktur sumber daya air di Provinsi Gorontalo.
Baca Juga: Sertijab Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sofyan Puhi Apresiasi Pengabdian Sulistyo Wibowo
“Diskusi bersama Kepala Balai Sungai berlangsung lebih dari tiga jam. Kami ingin mendapatkan data yang valid langsung dari sumbernya,
agar tidak terjadi spekulasi negatif terkait progres proyek di daerah,” ujar Espin Tulie.
Dalam pembahasan, Komisi III mengevaluasi 25 paket proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dikerjakan sejak Juni 2025.
Tiga titik sempat mengalami kendala, yakni Dua’no yang terkendala lahan namun kini telah clear,
Tingkohubu yang mengalami keterlambatan akibat spesifikasi alat bor tidak sesuai namun sudah teratasi,
serta Atinggola di Gorontalo Utara yang terkendala teknis karena mata bor patah hingga tiga kali dan kini dinyatakan selesai.
Secara keseluruhan, proyek JIAT dilaporkan rampung 100 persen, termasuk penyelesaian perbaikan teknis awal Januari 2026.
Komisi III juga menyoroti proyek irigasi tersier yang terkendala administrasi pembayaran serta proyek irigasi sekunder oleh PT Brantas bersama subkontraktor lokal.
Penanganan Danau Limboto belum mendapat alokasi 2026 dan diharapkan terealisasi 2027,
sementara pengerukan Sungai Monggelomo terkendala akses dan teknis karena masuk kawasan Danau Limboto.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang