Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serangan Hamas Gagalkan Konser Bruno Mars di Kota Tel Aviv

T
Penulis: Tina Mamangkey❯
Bruno Mars saat konser di HaYarkon. (Sumber: instagram @live.nation.israel)
Bruno Mars saat konser di HaYarkon. (Sumber: instagram @live.nation.israel)

GORONTALOPOST - Penyanyi Bruno Mars harus meratapi kekecewaannya setelah dua kali konser yang dijadwalkan di Tel Aviv harus dibatalkan. Keputusan tersebut diambil setelah serangan mendadak yang terjadi di Israel oleh Hamas pada hari Sabtu (7/10). Dilansir dari The Guardian dan The New York Times, serangan itu melibatkan operasi darat, laut, dan udara, yang berlangsung saat hari libur Yahudi.


Advertisement

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi menyatakan bahwa negaranya sedang dalam perang dengan kelompok militan Hamas. Live Nation Israel mengumumkan pembatalan konser Bruno Mars melalui akun Instagram mereka dengan pernyataan dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan melalui Google, "Pelanggan yang terhormat, penampilan Bruno Mars yang dijadwalkan malam ini dibatalkan.

Semua pembeli tiket akan menerima pengembalian dana otomatis ke kartu kredit yang digunakan untuk pembelian tiket."

Live Nation Israel juga menambahkan, "Kami mendukung penduduk Israel, pejuang IDF, dan pasukan keamanan di saat-saat sulit ini." Sebelumnya, Bruno Mars telah sukses menjalankan konser pertamanya di Israel di HaYarkon Park pada hari Rabu. Dia bahkan membagikan foto dirinya di hadapan kerumunan besar penggemarnya di Instagram dengan caption "Tadi malam."

Advertisement

Menurut laporan The New York Times, serangan yang terjadi pada hari Sabtu telah menyebabkan setidaknya 250 orang tewas dan 1.452 lainnya terluka di Israel. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan setidaknya 198 orang tewas dan lebih dari 1.610 orang terluka sebagai akibat dari pembalasan Israel di Jalur Gaza.

Perdana Menteri Israel mengungkapkan, "Apa yang terjadi hari ini belum pernah terjadi sebelumnya di Israel. Kami akan memenangkan perang ini, namun konsekuensinya tidak dapat ditanggung." Situasi ini tetap tegang dan menjadi sorotan internasional karena melibatkan konflik yang melibatkan dua belah pihak. (jpg)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer