
GORONTALOPOST - Film 'Siksa Neraka' mencapai kesuksesan sebagai salah satu film terlaris di Indonesia pada tahun 2023.
Dengan genre horor thriller, film ini berhasil memikat perhatian penonton yang ingin mengeksplorasi gambaran siksaan di neraka.
Namun, baru-baru ini, 'Siksa Neraka' resmi dilarang tayang di dua negara Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pengumuman larangan ini disampaikan melalui akun Instagram Antenna Entertainment, distributor film asal Indonesia, India, dan Tamil yang berbasis di Selangor, Malaysia.
"Buat kalian yang sudah menantikan, 'Siksa Neraka' dilarang tayang di Malaysia dan Brunei," tulis Antenna Entertainment dalam bahasa Inggris melalui akun Instagram resmi mereka.
Meskipun larangan tersebut diumumkan, pihak Antenna Entertainment tidak memberikan alasan konkret mengapa film ini dilarang di Malaysia dan Brunei Darussalam, baik melalui akun Instagram maupun situs resminya.
Tanggapan terhadap pengumuman tersebut bervariasi di kolom komentar.
Ada yang setuju dengan larangan ini, seperti yang diungkapkan oleh akun @jokoke**** yang berpendapat, "Tak layak surga dan neraka divisualkan sebab surga dan neraka tak sampai akal manusia mengilustrasikan...."
Namun, ada juga yang menyayangkan larangan penayangan film ini, seperti yang diungkapkan oleh akun @rifky****, "Padahal ceritanya cuma mengingatkan manusia jangan berbuat dosa...."
Film 'Siksa Neraka' sendiri merupakan adaptasi dari komik populer karya M.B. Rahimsyah yang terkenal pada tahun 1980-an.
Film ini mengisahkan kehidupan keluarga religius yang menanamkan nilai-nilai agama, termasuk penjelasan tentang siksa neraka.
Ceritanya berfokus pada kehidupan keluarga tersebut setelah keempat anaknya terseret arus sungai menuju desa seberang, dan diceritakan menghilang.
Di sisi lain, keempat anak tersebut disebut meninggal dan berada di suatu alam yang ternyata adalah neraka, di mana mereka merasakan pedihnya siksa neraka.
'Siksa Neraka' berhasil menjadi salah satu film terlaris di Indonesia pada tahun 2023.
Menurut Instagram sang sutradara, Anggy Umbara, film ini telah ditonton oleh lebih dari dua juta tiga ratus ribu orang.
Dengan anggaran produksi mencapai lima milyar rupiah, film ini menampilkan sejumlah aktor dan aktris kenamaan tanah air, mulai dari Keisha Alvaro, Safira Ratu Sofya, Nayla Denny Purnama, Risky Fachrel, Astir Nurdin, Ariyo Wahab, hingga Slamet Rahardjo. (jpg)
