Gorontalopost- GORONTALO - Gorontalo resmi menyandang gelar sebagai provinsi dengan konsumsi cabai rawit tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024.
Baca Juga: Pesan Senator Rahmijati kepada Ketua IDI Gorontalo Jaga Netralitas, Jangan Bawa Profesi ke Politik
Rata-rata masyarakat Gorontalo mengonsumsi cabai rawit sebanyak 0,43 kilogram per kapita per bulan, angka tertinggi dibandingkan provinsi lain.
Bukan tanpa alasan, cita rasa kuliner khas Gorontalo memang tak bisa lepas dari sensasi pedas.
Hidangan seperti sambal dabu-dabu, rica-rica, dan berbagai masakan lainnya menjadikan cabai rawit sebagai bahan wajib di dapur-dapur masyarakat lokal.
"Cabai rawit bukan hanya pelengkap, tapi sudah jadi bagian dari identitas rasa kami.
Rasanya hambar kalau belum pedas," ujar Nurhayati, warga Kota Gorontalo yang dikenal sebagai pengusaha kuliner rumahan.
Baca Juga: Bupati Sofyan Puhi Apresiasi IDI, Dorong Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Meski Sulawesi Utara (0,34 kg), Papua Tengah (0,30 kg), Sulawesi Tengah, dan Lampung (masing-masing 0,29 kg).
Juga tercatat sebagai daerah dengan konsumsi tinggi, mereka tetap berada di bawah dominasi Gorontalo yang kini dikenal sebagai “provinsi paling pedas” di Tanah Air.
Namun, tingginya konsumsi ini bukan tanpa tantangan. Fluktuasi pasokan dan harga menjadi isu utama, terutama saat masa paceklik.
Kenaikan harga cabai rawit kerap membuat masyarakat menjerit.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa stabilitas pasokan dan harga cabai rawit perlu menjadi perhatian serius.
"Pemerintah harus memperkuat sinergi antara petani, distributor, dan pasar untuk menjaga ketersediaan cabai sepanjang tahun," ujarnya dalam pernyataan resmi. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang