alexametrics
25.1 C
Gorontalo
Monday, July 4, 2022

SALING SERANG! Senggol Bahasa Sunda, Arteria Dahlan Disorot TB Hasanuddin…

Ia menegaskan, pemecatan seseorang dari jabatannya, bukan didasari pada bahasa yang digunakannya.

 

“Pernyataan saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat,” katanya. “Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja,” heran dia.

 

Karena itu, TB Hasanuddin mengingatkan Arteria Dahlan agar berhati-hati dalam bersikap dan berucap. “Jangan bertingkah arogan. Ingat, setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita,” ingatnya.

 

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. “Kalau Kajati terima suap itu baru harus diganti. Tapi kalau rapat ada bahasa sundanya apa salahnya?” tegas Dedi Mulyadi, Selasa (18/1/2022).

 

Menurut Dedi Mulyadi, penggunaan bahasa daerah dalam rapat itu wajar. Ia juga kerap menggunakan bahasa Sunda untuk berdialog dengan masyarakat saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

 

Pun saat rapat di Komisi IV, terkadang ia masih menyelipi dengan bahasa Sunda. “Saya lihat di Jawa Tengah juga bupati, wali kota, gubernur sering juga menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan kesehariannya. Ini adalah bagian dari kita menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia,” tambah Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan, pemecatan seseorang dari jabatannya, bukan didasari pada bahasa yang digunakannya.

 

“Pernyataan saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat,” katanya. “Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja,” heran dia.

 

Karena itu, TB Hasanuddin mengingatkan Arteria Dahlan agar berhati-hati dalam bersikap dan berucap. “Jangan bertingkah arogan. Ingat, setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita,” ingatnya.

 

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. “Kalau Kajati terima suap itu baru harus diganti. Tapi kalau rapat ada bahasa sundanya apa salahnya?” tegas Dedi Mulyadi, Selasa (18/1/2022).

 

Menurut Dedi Mulyadi, penggunaan bahasa daerah dalam rapat itu wajar. Ia juga kerap menggunakan bahasa Sunda untuk berdialog dengan masyarakat saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

 

Pun saat rapat di Komisi IV, terkadang ia masih menyelipi dengan bahasa Sunda. “Saya lihat di Jawa Tengah juga bupati, wali kota, gubernur sering juga menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan kesehariannya. Ini adalah bagian dari kita menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia,” tambah Dedi Mulyadi.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/