alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

Pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo: Kami Harap Perkara Ini Akan Dibuka Seterang-terangnya

GORONTALOPOST.ID–Kuasa hukum keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis angkat bicara soal isu pelecehan yang dialami istri Kadiv Propam non aktif Irjen Fredy Sambo, Putri Candrawathi Sambo (PC). Menurutnya, kliennya beruntung karena diselamatkan oleh Bharada E.

Arman mengatakan kliennya beruntung bisa selamat karena ada sosok Bharada E yang menyelamatkan lantaran perbuatan dugaan tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J. Sehingga, nyawa dan keselamatan istri Fredy Sambo masih ada meskipun mengalami trauma.

“Bahwa apa yang terjadi terhadap klien kami saat ini harus dipercayai sampai terbukti sebaliknya,” kata Arman, lewat keterangan tertulisnya, Senin (1/8).

Menurut Arman, apabila kemudian hari dugaan tindak pidana tersebut terbukti sesuai yang dilaporkan, maka apa yang dilakukan Brigadir J merupakan penghinaan dan kejahatan besar terhadap martabat seorang perempuan, kehidupan dia, keluarganya yang dirusak, dan lainnya.

“Dan apabila dugaan tersebut terbukti dikemudian hari, maka korban J itu bukan hanya PC. Akan tetapi Irjen FS, masa depan anak-anak mereka (4 orang), orang tua PC, Brigadir E dan Institusi Polri,” ujarnya.

Oleh karenanya, Arman berharap tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan. Hal itu sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa kasus ini harus diselesaikan dan jangan ada yang ditutup-tutupi. “Kami berharap perkara ini akan dibuka dengan seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya,” tandasnya.

Dia juga mengeluhkan pemberitaan saat ini sudah tidak lagi melihat bahwa ada seorang perempuan yang menjadi korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yakni PC selaku istri Kepala Divisi Propam nonaktif. Bahkan, kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami kliennya PC itu nyaris tenggelam.

“Segala isu-isu yang ada membuat dugaan tindak pidana kekerasan seksual malah menjadi tenggelam oleh segala isu yang ada, padahal negara yang kita cintai ini menganut asas kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Arman.

Padahal, kata dia, perempuan rentan jadi korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) harus dikedepankan tanpa pandang bulu siapa dia, meski seorang istri jenderal pun bisa menjadi korban.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Kuasa hukum keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis angkat bicara soal isu pelecehan yang dialami istri Kadiv Propam non aktif Irjen Fredy Sambo, Putri Candrawathi Sambo (PC). Menurutnya, kliennya beruntung karena diselamatkan oleh Bharada E.

Arman mengatakan kliennya beruntung bisa selamat karena ada sosok Bharada E yang menyelamatkan lantaran perbuatan dugaan tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J. Sehingga, nyawa dan keselamatan istri Fredy Sambo masih ada meskipun mengalami trauma.

“Bahwa apa yang terjadi terhadap klien kami saat ini harus dipercayai sampai terbukti sebaliknya,” kata Arman, lewat keterangan tertulisnya, Senin (1/8).

Menurut Arman, apabila kemudian hari dugaan tindak pidana tersebut terbukti sesuai yang dilaporkan, maka apa yang dilakukan Brigadir J merupakan penghinaan dan kejahatan besar terhadap martabat seorang perempuan, kehidupan dia, keluarganya yang dirusak, dan lainnya.

“Dan apabila dugaan tersebut terbukti dikemudian hari, maka korban J itu bukan hanya PC. Akan tetapi Irjen FS, masa depan anak-anak mereka (4 orang), orang tua PC, Brigadir E dan Institusi Polri,” ujarnya.

Oleh karenanya, Arman berharap tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan. Hal itu sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa kasus ini harus diselesaikan dan jangan ada yang ditutup-tutupi. “Kami berharap perkara ini akan dibuka dengan seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya,” tandasnya.

Dia juga mengeluhkan pemberitaan saat ini sudah tidak lagi melihat bahwa ada seorang perempuan yang menjadi korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yakni PC selaku istri Kepala Divisi Propam nonaktif. Bahkan, kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami kliennya PC itu nyaris tenggelam.

“Segala isu-isu yang ada membuat dugaan tindak pidana kekerasan seksual malah menjadi tenggelam oleh segala isu yang ada, padahal negara yang kita cintai ini menganut asas kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Arman.

Padahal, kata dia, perempuan rentan jadi korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) harus dikedepankan tanpa pandang bulu siapa dia, meski seorang istri jenderal pun bisa menjadi korban.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/