alexametrics
31.1 C
Gorontalo
Friday, May 20, 2022

TERUNGKAP! Komnas HAM: 8 Karyawan PT PTT Tewas Ditembak KKB Aibon Kogeya

GORONTALOPOST.ID – Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogeya mendalangi penembakan 8 karyawan PT PTT di Puncak Papua.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey buka suara terkait serangan yang menewaskan 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di Puncak, Papua.

Dia mengatakan serangan itu didalangi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogeya.

Menurut Frits, motif KKB pimpinan Aibon Kogeya melakukan serangan sebagai bentuk protes rencana blok Wabu dan sebagai aksi balasan terhadap peristiwa di Ilaga.

“Kemudian saya tanya motifnya, pertama itu mereka melakukan ini sebagai protes rencana blok wabu,” kata Frits kepada wartawan di Timika, Papua, Jumat (4/3/2022).

“Yang kedua ada hubungannya dengan insiden di Puncak, mereka mengaku memang dilakukan oleh kelompok Aibon Kogeya, itu kronologinya,” imbuhnya.

“Saya sudah telepon ke Intan Jaya saya tanya siapa pelakunya, pelakunya mengarah ke Kelompok pimpinan Aibon Kogeya,” katanya lagi.

Frits mengatakan, serangan ini juga jelas melanggar hak asasi manusia (HAM).

Diberitakan sebelumnya, serangan yang menewaskan delapan karyawan PTT itu terjadi di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Mereka di antaranya berstatus karyawan PTT, karyawan kontraktor dan pemandu lokal.

Dilaporkan pula bahwa KKB Papua juga sempat terlibat kontak tembak dengan anggota TNI usai membunuh delapan karyawan PTT. Satu prajurit menderita luka tembakan dalam insiden tersebut.

“Seorang anggota TNI bernama Pratu Herianto terserempet (peluru) bagian leher bawah telinga kiri,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Aqsha Erlangga di Jayapura, Jumat (4/3).

Kontak tembak terjadi di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua sekitar pukul 12.45 Wita, Kamis (3/3). Lokasi kontak senjata berjarak 15 kilometer dari lokasi 8 karyawan PTT dibunuh.

“Kondisi prajurit Raider yang tertembak hingga saat ini sadar,” kata Aqsha. (pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID – Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogeya mendalangi penembakan 8 karyawan PT PTT di Puncak Papua.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey buka suara terkait serangan yang menewaskan 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di Puncak, Papua.

Dia mengatakan serangan itu didalangi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogeya.

Menurut Frits, motif KKB pimpinan Aibon Kogeya melakukan serangan sebagai bentuk protes rencana blok Wabu dan sebagai aksi balasan terhadap peristiwa di Ilaga.

“Kemudian saya tanya motifnya, pertama itu mereka melakukan ini sebagai protes rencana blok wabu,” kata Frits kepada wartawan di Timika, Papua, Jumat (4/3/2022).

“Yang kedua ada hubungannya dengan insiden di Puncak, mereka mengaku memang dilakukan oleh kelompok Aibon Kogeya, itu kronologinya,” imbuhnya.

“Saya sudah telepon ke Intan Jaya saya tanya siapa pelakunya, pelakunya mengarah ke Kelompok pimpinan Aibon Kogeya,” katanya lagi.

Frits mengatakan, serangan ini juga jelas melanggar hak asasi manusia (HAM).

Diberitakan sebelumnya, serangan yang menewaskan delapan karyawan PTT itu terjadi di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Mereka di antaranya berstatus karyawan PTT, karyawan kontraktor dan pemandu lokal.

Dilaporkan pula bahwa KKB Papua juga sempat terlibat kontak tembak dengan anggota TNI usai membunuh delapan karyawan PTT. Satu prajurit menderita luka tembakan dalam insiden tersebut.

“Seorang anggota TNI bernama Pratu Herianto terserempet (peluru) bagian leher bawah telinga kiri,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Aqsha Erlangga di Jayapura, Jumat (4/3).

Kontak tembak terjadi di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua sekitar pukul 12.45 Wita, Kamis (3/3). Lokasi kontak senjata berjarak 15 kilometer dari lokasi 8 karyawan PTT dibunuh.

“Kondisi prajurit Raider yang tertembak hingga saat ini sadar,” kata Aqsha. (pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/