alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

MAJU TAK GENTAR! Koalisi Ulama Sebut Tak Takut KSAD Dudung, Akan Datangkan Ahli

GORONTALOPOST.ID – Laporan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman terus berproses.

Dilansir dari detikcom, Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) mendatangi Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dalam rangka memenuhi panggilan pemeriksaan terkait laporan terhadap Jenderal Dudung Abdurachman.

Dalam kesempatan itu, KUHAP APA menegaskan mereka tak takut melaporkan Dudung.

“Saya nggak takutlah. Orang ini aset kita juga, ini TNI kan milik kita bersama,” kata pengacara KUHAP APA Damai Hari Lubis pada Rabu (9/2/2022).

Damai mengaku tidak merasa terintimidasi. Dia menyebut setiap warga negara memiliki kewenangan untuk melaporkan seseorang.

“Kita nggak merasa terintimidasi saat ini. Tapi nggak tahu kalau ke depannya. Kalau ada intimidasi, kan negara ini nggak boleh diintimidasi. Punya kewenangan masing-masing,” ujar dia.

Damai menuturkan akan berusaha mendatangkan saksi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat menganalisis objek laporannya, yakni pernyataan Dudung. Dia menyebut MUI akan memberi penilaian pernyataan Dudung termasuk penodaan agama atau bukan.

“Jadi kami lagi berusaha untuk mendatangkan ahli dari MUI, itu ahli mengenai bidang syar’i agama. Apakah ucapan dari Jenderal Dudung itu adalah sebuah penodaan, penistaan atau bukan ya,” ucap Damai.

GORONTALOPOST.ID – Laporan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman terus berproses.

Dilansir dari detikcom, Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) mendatangi Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dalam rangka memenuhi panggilan pemeriksaan terkait laporan terhadap Jenderal Dudung Abdurachman.

Dalam kesempatan itu, KUHAP APA menegaskan mereka tak takut melaporkan Dudung.

“Saya nggak takutlah. Orang ini aset kita juga, ini TNI kan milik kita bersama,” kata pengacara KUHAP APA Damai Hari Lubis pada Rabu (9/2/2022).

Damai mengaku tidak merasa terintimidasi. Dia menyebut setiap warga negara memiliki kewenangan untuk melaporkan seseorang.

“Kita nggak merasa terintimidasi saat ini. Tapi nggak tahu kalau ke depannya. Kalau ada intimidasi, kan negara ini nggak boleh diintimidasi. Punya kewenangan masing-masing,” ujar dia.

Damai menuturkan akan berusaha mendatangkan saksi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat menganalisis objek laporannya, yakni pernyataan Dudung. Dia menyebut MUI akan memberi penilaian pernyataan Dudung termasuk penodaan agama atau bukan.

“Jadi kami lagi berusaha untuk mendatangkan ahli dari MUI, itu ahli mengenai bidang syar’i agama. Apakah ucapan dari Jenderal Dudung itu adalah sebuah penodaan, penistaan atau bukan ya,” ucap Damai.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/