alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

JANGGAL! Brigadir J Penembak Jitu Tapi Tak Ada Peluru yang Kena Saat Baku Tembak Jarak Dekat

GORONTALOPOST.ID – Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J bongkar poin tak masuk akal kronologi baku tembak ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo dengan anaknya.

Dalam pernyataannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan baku tembak diawali oleh Brigadir J.

Sementara Bharada E disebut menghindari tembakan anaknya lalu mengambil senjata api.

Senjata api itu pula yang digunakan ajudan Ferdy Sambo itu untuk membalas tembakan Brigadir J.

Sementara baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E dilakukan dalam jarak cukup dekat. Anehnya peluru dari Brigadir J tidak ada yang kena padahal dia seorang sniper handal.

“Dari penjelasan polisi bahwa yang menembak pertama adalah almarhum, namun dikatakan tembakan itu tidak kena,” ujar Samuel, Selasa (13/7/2022).

Samuel menilai, jika benar seperti itu kejadiannya, maka Bharada E disebutnya sangat hebat karena bisa menghindari terjangan peluru dari jarak cukup dekat.

“Hebat ya Bharada E itu bisa menghindar (peluru),” sambungnya.

Setelah berhasil menghindari tembakan anaknya, Bharada E kemudian mengambil senjata apinya.

Ajudan Ferdy Sambo itu kemudian mengeluarkan tembakan dan langsung mengenai Brigadir J.

Tembakan itu pula yang membuat anaknya tewas karena ditembus beberapa peluru dari senjata api Bharada E.

“Hebat sekali dan (sekali tembak) langsung kena,” heran Samuel.

Karena itu, Samuel merasa cukup heran dan mempertanyakan kronologi baku tembak ajudan Ferdy Sambo dengan Brigadir J.

“Langsung saya potong omongan polisi itu. Hebat sekali Bharada E itu bisa menghindari dari peluru, mengambil senjata dan langsung kena menembak anak saya melebihi sniper,” tambahnya.

Hal tak masuk akal lainnya di mata Samuel adalah baku tembak yang terjadi dalam jarak cukup dekat.

Sebab dia meyakini, jika benar anaknya yang menembak lebih dulu, agak mustahil tembakan anaknya meleset tidak mengenai Bharada E.

Pasalnya, beber Samuel, anaknya adalah seorang sniper handal.

“Anak saya itu adalah salah satu penembak jitu. Jadi, janggal saya kalau dalam jarak dekat itu Bharada E bisa menghindar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, baku tembak ajudan Ferdy Sambo dengan Brigadir J dilakukan dala jarak cukup dekat.

Saat itu, Bharada E berada di lantai dua mendengar teriakan istri Ferdy Sambo, Putry Sambo.

Bharada E langsung bergegas menuju lantai bawah. Baru sampai tangga, ia melihat Brigadir J keluar dari kamar Ferdy Sambo.

“Baru separuh tangga, RE (Bharada E) melihat saudara (Brigadir) J keluar dari kamar tersebut dan menanyakan ‘ada apa’.”

“Bukan dijawab, tetapi dilakukan dengan penembakan,” kata Budi.

Akan tetapi, tembakan Brigadir J tidak mengenai Bharada E, melainkan mengenai tembok. Sementara Bharada E berlindung di tangga.

“Karena saudara RE juga dibekali senjata, dia kemudian mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah, ini kemudian terjadi baku tembak,” papar Budhi.

Dari baku tembak tersebut, Brigadir J tewas di tangan Bharada E dengan beberapa tembakan yang mengenai tubuh Brigadir J.

Namun ada versi lain yang mengungkapkan ada dugaan penyiksaan dan penembakan kepada Brigadir J karena ada luka sayatan. Diduga istri Irjen Pol Ferdy Sambo kedapatan berselingkuh dengan Brigadir J. (ruh/pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID – Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J bongkar poin tak masuk akal kronologi baku tembak ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo dengan anaknya.

Dalam pernyataannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan baku tembak diawali oleh Brigadir J.

Sementara Bharada E disebut menghindari tembakan anaknya lalu mengambil senjata api.

Senjata api itu pula yang digunakan ajudan Ferdy Sambo itu untuk membalas tembakan Brigadir J.

Sementara baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E dilakukan dalam jarak cukup dekat. Anehnya peluru dari Brigadir J tidak ada yang kena padahal dia seorang sniper handal.

“Dari penjelasan polisi bahwa yang menembak pertama adalah almarhum, namun dikatakan tembakan itu tidak kena,” ujar Samuel, Selasa (13/7/2022).

Samuel menilai, jika benar seperti itu kejadiannya, maka Bharada E disebutnya sangat hebat karena bisa menghindari terjangan peluru dari jarak cukup dekat.

“Hebat ya Bharada E itu bisa menghindar (peluru),” sambungnya.

Setelah berhasil menghindari tembakan anaknya, Bharada E kemudian mengambil senjata apinya.

Ajudan Ferdy Sambo itu kemudian mengeluarkan tembakan dan langsung mengenai Brigadir J.

Tembakan itu pula yang membuat anaknya tewas karena ditembus beberapa peluru dari senjata api Bharada E.

“Hebat sekali dan (sekali tembak) langsung kena,” heran Samuel.

Karena itu, Samuel merasa cukup heran dan mempertanyakan kronologi baku tembak ajudan Ferdy Sambo dengan Brigadir J.

“Langsung saya potong omongan polisi itu. Hebat sekali Bharada E itu bisa menghindari dari peluru, mengambil senjata dan langsung kena menembak anak saya melebihi sniper,” tambahnya.

Hal tak masuk akal lainnya di mata Samuel adalah baku tembak yang terjadi dalam jarak cukup dekat.

Sebab dia meyakini, jika benar anaknya yang menembak lebih dulu, agak mustahil tembakan anaknya meleset tidak mengenai Bharada E.

Pasalnya, beber Samuel, anaknya adalah seorang sniper handal.

“Anak saya itu adalah salah satu penembak jitu. Jadi, janggal saya kalau dalam jarak dekat itu Bharada E bisa menghindar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, baku tembak ajudan Ferdy Sambo dengan Brigadir J dilakukan dala jarak cukup dekat.

Saat itu, Bharada E berada di lantai dua mendengar teriakan istri Ferdy Sambo, Putry Sambo.

Bharada E langsung bergegas menuju lantai bawah. Baru sampai tangga, ia melihat Brigadir J keluar dari kamar Ferdy Sambo.

“Baru separuh tangga, RE (Bharada E) melihat saudara (Brigadir) J keluar dari kamar tersebut dan menanyakan ‘ada apa’.”

“Bukan dijawab, tetapi dilakukan dengan penembakan,” kata Budi.

Akan tetapi, tembakan Brigadir J tidak mengenai Bharada E, melainkan mengenai tembok. Sementara Bharada E berlindung di tangga.

“Karena saudara RE juga dibekali senjata, dia kemudian mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah, ini kemudian terjadi baku tembak,” papar Budhi.

Dari baku tembak tersebut, Brigadir J tewas di tangan Bharada E dengan beberapa tembakan yang mengenai tubuh Brigadir J.

Namun ada versi lain yang mengungkapkan ada dugaan penyiksaan dan penembakan kepada Brigadir J karena ada luka sayatan. Diduga istri Irjen Pol Ferdy Sambo kedapatan berselingkuh dengan Brigadir J. (ruh/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/