alexametrics
28.3 C
Gorontalo
Sunday, May 22, 2022

Soal Polisi Tolak Laporan Korban Pencurian, Kapolres: Tak Bermaksud, Dia…

GORONTALOPOST.ID-Kasus viral polisi tolak laporan warga di Jakarta, memasuki babak baru.

 

Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan angkat bicara terkait viralnya anak buahnya di Polsek Pulogadung yang menolak laporan korban perampokan. Menurut Erwin, anggota tersebut tak bermaksud menolak laporan, tetapi lebih ke bercanda.

 

“Iya, lebih ke bercanda, tapi maksudnya bukan seperti itu. Dia berbicara dengan mertua korban. Korban sendiri saat itu sedang proses penerimaan laporan,” jelas Erwin saat konferensi pers di Polres Metro Jakata Timur, Senin (13/12/2021), dilansir dari detik.com.

 

Erwin menjelaskan saat itu Aipda Rudi Panjaitan, oknum polisi tersebut, bercanda soal ATM korban yang banyak jumlahnya itu dengan mertua korban. Namun hal ini membuat korban tersinggung.

 

“Si oknum menyampaikan bahwa ‘kenapa punya ATM gitu kan ngurusnya ribet’. Akhirnya tentu korban mendengar juga merasa tersinggung dan tidak nyaman dengan ucapan ini,” lanjutnya.

 

Buntut dari kejadian viral ini, Erwin menyebut tetap akan memproses pelanggaran yang dilakukan oknum tersebut meski dengan alasan apapun. “Tetapi apapun itu, tentu kita akan proses pelanggarannya,” terangnya.

 

Erwin juga mengatakan bahwa laporan korban tetap diterima dan diproses di Polsek Pulogadung.

 

Polda Metro Jaya telah melakukan penindakan terhadap oknum polisi yang menolak laporan tersebut. Oknum polisi Aipda Rudi Panjaitan kini telah dicopot dari kesatuannya.

 

“Anggota yang bersangkutan atas nama Aipda Rudi Panjaitan sudah dimutasi ke Polres Metro Jakarta Timur dalam rangka pembinaan dan diperiksa,” ujar Zulpan.

 

Aipda Rudi merupakan anggota Polsek Pulogadung. Rudi Panjaitan kini diperiksa Propam Polres Metro Jaktim.(detik)

GORONTALOPOST.ID-Kasus viral polisi tolak laporan warga di Jakarta, memasuki babak baru.

 

Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan angkat bicara terkait viralnya anak buahnya di Polsek Pulogadung yang menolak laporan korban perampokan. Menurut Erwin, anggota tersebut tak bermaksud menolak laporan, tetapi lebih ke bercanda.

 

“Iya, lebih ke bercanda, tapi maksudnya bukan seperti itu. Dia berbicara dengan mertua korban. Korban sendiri saat itu sedang proses penerimaan laporan,” jelas Erwin saat konferensi pers di Polres Metro Jakata Timur, Senin (13/12/2021), dilansir dari detik.com.

 

Erwin menjelaskan saat itu Aipda Rudi Panjaitan, oknum polisi tersebut, bercanda soal ATM korban yang banyak jumlahnya itu dengan mertua korban. Namun hal ini membuat korban tersinggung.

 

“Si oknum menyampaikan bahwa ‘kenapa punya ATM gitu kan ngurusnya ribet’. Akhirnya tentu korban mendengar juga merasa tersinggung dan tidak nyaman dengan ucapan ini,” lanjutnya.

 

Buntut dari kejadian viral ini, Erwin menyebut tetap akan memproses pelanggaran yang dilakukan oknum tersebut meski dengan alasan apapun. “Tetapi apapun itu, tentu kita akan proses pelanggarannya,” terangnya.

 

Erwin juga mengatakan bahwa laporan korban tetap diterima dan diproses di Polsek Pulogadung.

 

Polda Metro Jaya telah melakukan penindakan terhadap oknum polisi yang menolak laporan tersebut. Oknum polisi Aipda Rudi Panjaitan kini telah dicopot dari kesatuannya.

 

“Anggota yang bersangkutan atas nama Aipda Rudi Panjaitan sudah dimutasi ke Polres Metro Jakarta Timur dalam rangka pembinaan dan diperiksa,” ujar Zulpan.

 

Aipda Rudi merupakan anggota Polsek Pulogadung. Rudi Panjaitan kini diperiksa Propam Polres Metro Jaktim.(detik)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/