alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Tuesday, October 4, 2022

Bareskrim Ditantang Bongkar Bos Mafia Judi Online, Eks Kabais: Harus Dibuka, Ini Bosnya Siapa

GORONTALOPOST.ID–Bareskrim Mabes Polri diharapkan bisa membongkar dan menangkap para bandar besar atau bos mafia judi online yang telah merusak bangsa.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana TNI (Purn) Soleman B Ponto menyatakan, Mabes Polri harus memastikan, yang ditangkap tersebut adalah bandarnya, bukan hanya pelaku lapangan.

Pernyataan ini disampaikan Soleman menanggapi aksi Bareskrim dan sejumlah Kepolisian Daerah yang menangkap para bandar judi online.

“Yang ditangkap itu benar-benar bos atau anak buahnya. Dilihat dulu yang ditangkap ini bos-bosnya atau cuma pelaku di lapangan. Jangan-jangan ini hanya pencitraan, karena kasus Sambo (Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo),” kata Soleman kepada wartawan, Kamis (18/8).

Soleman mengingatkan, Polri tidak boleh melindungi para bandar judi online. Karena itu, setiap kali ada penangkapan pelaku atau bandar judi online, maka harus segera diumumkan termasuk bos besar di balik judi online tersebut.

“Harus dibuka ke publik. Begitu ditangkap, harus dibuka ke publik, ini ditangkap, bosnya siapa, harusnya begitu,” tegas Soleman.

Soleman tidak menampik, ada peluang para bandar judi online masuk ke tubuh Polri untuk mengamankan bisnisnya. Pasalnya, Polri merupakan pihak yang berwenang menangani dan menangkap para bandar judi online ini.

Menurut Solemen, jika ada anggota atau pejabat Polri yang terbukti terlibat dalam jaringan mafia judi online, maka sudah sepatutnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil tindakan tegas.

“Betul, semuanya (harus ditindak). Makanya polisi itu tidak boleh gunakan anggaran dari luar, dia semua anggaran yang bisa teraudit (anggaran negara),” ucap Soleman.

Dia menyebut, dampak besar jika aparat hukum sudah terlibat dalam jaringan mafia termasuk mafia judi online. Tidak hanya keamanan dan ketertiban yang menjadi taruhan, tetapi juga merusak sistem hukum Indonesia yang pada akhirnya menghancurkan bangsa Indonesia.

“Bukan hanya merusak pertahanan dan keamanan, itu merusak bangsa. Sistem hukum kita rusak semua, yang terjadi apa, hukum rimba,” pungkas Soleman.

Terlebih judi online berdampak pada generasi muda. Mereka akan candu dengan judi online, sehingga lupa belajar untuk mengembangkan kemampuan agar menjadi generasi unggul, berkualitas dan kompetitif.

“Iya (generasi muda juga rusak), bayangkan berapa banyak anak muda yang terlibat judi online,” ucap Soleman menandaskan.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Bareskrim Mabes Polri diharapkan bisa membongkar dan menangkap para bandar besar atau bos mafia judi online yang telah merusak bangsa.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana TNI (Purn) Soleman B Ponto menyatakan, Mabes Polri harus memastikan, yang ditangkap tersebut adalah bandarnya, bukan hanya pelaku lapangan.

Pernyataan ini disampaikan Soleman menanggapi aksi Bareskrim dan sejumlah Kepolisian Daerah yang menangkap para bandar judi online.

“Yang ditangkap itu benar-benar bos atau anak buahnya. Dilihat dulu yang ditangkap ini bos-bosnya atau cuma pelaku di lapangan. Jangan-jangan ini hanya pencitraan, karena kasus Sambo (Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo),” kata Soleman kepada wartawan, Kamis (18/8).

Soleman mengingatkan, Polri tidak boleh melindungi para bandar judi online. Karena itu, setiap kali ada penangkapan pelaku atau bandar judi online, maka harus segera diumumkan termasuk bos besar di balik judi online tersebut.

“Harus dibuka ke publik. Begitu ditangkap, harus dibuka ke publik, ini ditangkap, bosnya siapa, harusnya begitu,” tegas Soleman.

Soleman tidak menampik, ada peluang para bandar judi online masuk ke tubuh Polri untuk mengamankan bisnisnya. Pasalnya, Polri merupakan pihak yang berwenang menangani dan menangkap para bandar judi online ini.

Menurut Solemen, jika ada anggota atau pejabat Polri yang terbukti terlibat dalam jaringan mafia judi online, maka sudah sepatutnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil tindakan tegas.

“Betul, semuanya (harus ditindak). Makanya polisi itu tidak boleh gunakan anggaran dari luar, dia semua anggaran yang bisa teraudit (anggaran negara),” ucap Soleman.

Dia menyebut, dampak besar jika aparat hukum sudah terlibat dalam jaringan mafia termasuk mafia judi online. Tidak hanya keamanan dan ketertiban yang menjadi taruhan, tetapi juga merusak sistem hukum Indonesia yang pada akhirnya menghancurkan bangsa Indonesia.

“Bukan hanya merusak pertahanan dan keamanan, itu merusak bangsa. Sistem hukum kita rusak semua, yang terjadi apa, hukum rimba,” pungkas Soleman.

Terlebih judi online berdampak pada generasi muda. Mereka akan candu dengan judi online, sehingga lupa belajar untuk mengembangkan kemampuan agar menjadi generasi unggul, berkualitas dan kompetitif.

“Iya (generasi muda juga rusak), bayangkan berapa banyak anak muda yang terlibat judi online,” ucap Soleman menandaskan.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/