alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

ASTAGA! Ada Bekas Lilitan di Leher Jenazah Brigadir J, Pengacara: Diduga Dijerat dari Belakang

GORONTALOPOST.ID–Kuasa hukum keluarga Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat, Kamarudin Simanjuntak mengungkap jika ada luka lilitan di bagian leher jenazah kliennya.

Temuan baru ini semakin menguatkan dugaan pihak keluarga jika Yosua tewas karena pembunuhan berencana.

“Ternyata almarhum Brigadir Yosua ini sebelum ditembak kami mendapatkan lagi ada luka semacam lilitan di leher, artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir Yoshua ini dijerat dari belakang,” kata Kamarudin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Kamarudin menuturkan, lilitan itu terdapat di leher Yosua membentang dari kanan sampai kiri. Luka tersebut diyakini bekas tarikan tali oleh seseorang dari arah belakang.

“Tidak mungkin (pelakunya) satu orang, karena ada orang yang berperan pegang pistol, ada yang menjerat leher, ada yang menggunakan senjata tajam dan sebagainya,” jelasnya.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini melibatkan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat dan Barada E. Keduanya dikabarkan adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Kuasa hukum keluarga Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat, Kamarudin Simanjuntak mengungkap jika ada luka lilitan di bagian leher jenazah kliennya.

Temuan baru ini semakin menguatkan dugaan pihak keluarga jika Yosua tewas karena pembunuhan berencana.

“Ternyata almarhum Brigadir Yosua ini sebelum ditembak kami mendapatkan lagi ada luka semacam lilitan di leher, artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir Yoshua ini dijerat dari belakang,” kata Kamarudin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Kamarudin menuturkan, lilitan itu terdapat di leher Yosua membentang dari kanan sampai kiri. Luka tersebut diyakini bekas tarikan tali oleh seseorang dari arah belakang.

“Tidak mungkin (pelakunya) satu orang, karena ada orang yang berperan pegang pistol, ada yang menjerat leher, ada yang menggunakan senjata tajam dan sebagainya,” jelasnya.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini melibatkan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat dan Barada E. Keduanya dikabarkan adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/