alexametrics
24 C
Gorontalo
Saturday, May 28, 2022

TAKUT DILAPOR POLISI! Bela Edy Mulyadi soal Jin Buang Anak, Tifatul Sembiring..

GORONTALOPOST.ID – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, sepertinya tidak mau bernasib sama dengan Edy Mulyadi yang dilaporkan ke polisi.

Tifatul pun mengklarifikasi pernyataannya seputar polemik Edy Mulyadi dan Kalimantan yang disebut sebagai tempat ‘jin buang anak’. Tifatul meminta maaf bila pernyataannya tersebut telah disalahpahami.

“Kalau pernyataan saya tersebut disalahpahami, saya mohon maaf yang setulus-tulusnya,” kata Tifatul dalam keterangan tertulisnya yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (25/1).

Awalnya, ia menerangkan, salah seorang wartawan bertanya terkait sikap PKS yang menolak Rancangan Undang-undang (RUU) IKN disahkan menjadi UU.

Tifatul menjelaskan, pemindahan IKN terkesan terburu-buru ya. Menurutnya, hal-hal pokok yang prioritas ditangani saat ini adalah mengatasi dampak pandemi Covid-19. Dia berkata, pemindahan IKN tidak mendesak dan bisa ditunda lebih dulu, mengingat biaya pemindahan IKN besar.

“Banyak masalah-masalah ekonomi, ada penyakit menular dan tidak menular yang sudah akut, PHK yang banyak terjadi dan seterusnya,” kata Tifatul.

Setelah itu, lanjutnya, wartawan bertanya apakah sosok aktivis yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak, Edy Mulyadi, merupakan kader PKS.

Tifatul menjawab bahwa Edy memang pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari PKS. Namun, menurutnya, Edy sudah tidak aktif sebagai kader atau pengurus di PKS saat ini.

GORONTALOPOST.ID – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, sepertinya tidak mau bernasib sama dengan Edy Mulyadi yang dilaporkan ke polisi.

Tifatul pun mengklarifikasi pernyataannya seputar polemik Edy Mulyadi dan Kalimantan yang disebut sebagai tempat ‘jin buang anak’. Tifatul meminta maaf bila pernyataannya tersebut telah disalahpahami.

“Kalau pernyataan saya tersebut disalahpahami, saya mohon maaf yang setulus-tulusnya,” kata Tifatul dalam keterangan tertulisnya yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (25/1).

Awalnya, ia menerangkan, salah seorang wartawan bertanya terkait sikap PKS yang menolak Rancangan Undang-undang (RUU) IKN disahkan menjadi UU.

Tifatul menjelaskan, pemindahan IKN terkesan terburu-buru ya. Menurutnya, hal-hal pokok yang prioritas ditangani saat ini adalah mengatasi dampak pandemi Covid-19. Dia berkata, pemindahan IKN tidak mendesak dan bisa ditunda lebih dulu, mengingat biaya pemindahan IKN besar.

“Banyak masalah-masalah ekonomi, ada penyakit menular dan tidak menular yang sudah akut, PHK yang banyak terjadi dan seterusnya,” kata Tifatul.

Setelah itu, lanjutnya, wartawan bertanya apakah sosok aktivis yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak, Edy Mulyadi, merupakan kader PKS.

Tifatul menjawab bahwa Edy memang pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari PKS. Namun, menurutnya, Edy sudah tidak aktif sebagai kader atau pengurus di PKS saat ini.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/