alexametrics
24.6 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

KSAD MARAH BESAR! Jenderal Dudung Sebut Kolonel dan Kopral Bunuh 2 ABG

GORONTALOPOST.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua Handi Saputra dan Salsabila atas peristiwa tabrak lari di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, 8 Desember 2021 lalu.

 

Dudung menilai, perbuatan tiga oknum anggota TNI AD yang telah menabrak lalu membuang jasad Handi dan Salsa sudah di luar batas perikemanusiaan. Diketahui, tiga oknum anggota TNI AD itu, yakni Kolonel Infanteri P, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua Ahmad.

 

“Sudah saya sampaikan ke keluarga korban permohonan maaf atas nama institusi Angkatan Darat yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Dudung saat bertakziah ke rumah keluarga korban di Desa Cijolang, Kabupaten Garut, Senin (27/12/2021).

 

Dudung pun menilai, ketiga oknum anggota TNI AD itu layak dihukum setimpal, termasuk pemecatan dari institusi TNI AD atas perbuatan yang tidak berperikemanusiaannya itu. “Menurut saya ini layak (dipecat) karena apa yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan,” tegas Dudung.

GORONTALOPOST.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua Handi Saputra dan Salsabila atas peristiwa tabrak lari di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, 8 Desember 2021 lalu.

 

Dudung menilai, perbuatan tiga oknum anggota TNI AD yang telah menabrak lalu membuang jasad Handi dan Salsa sudah di luar batas perikemanusiaan. Diketahui, tiga oknum anggota TNI AD itu, yakni Kolonel Infanteri P, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua Ahmad.

 

“Sudah saya sampaikan ke keluarga korban permohonan maaf atas nama institusi Angkatan Darat yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Dudung saat bertakziah ke rumah keluarga korban di Desa Cijolang, Kabupaten Garut, Senin (27/12/2021).

 

Dudung pun menilai, ketiga oknum anggota TNI AD itu layak dihukum setimpal, termasuk pemecatan dari institusi TNI AD atas perbuatan yang tidak berperikemanusiaannya itu. “Menurut saya ini layak (dipecat) karena apa yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan,” tegas Dudung.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/