alexametrics
23 C
Gorontalo
Wednesday, August 17, 2022

ALAMAK! Oknum TNI yang Diduga Sewa Pembunuh Bayaran untuk Eksekusi Istrinya Ditemukan Meninggal

GORONTALOPOST.ID–Kopda Muslimin ditemukan meninggal di kediaman orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah setelah diduga menenggak racun. Dia sebelumnya ditetapkan sebagai DPO karena diduga sebagai otak pembunuhan istrinya.

“Betul (Kopda Muslimin meninggal),” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Dudung mengatakan, saat ini jenazah akan dilakukan visum terlebih dahulu. Petugas akan memastikan penyebab sesungguhnya tewasnya Kopda Muslimin.

“Akan dilaksanakan otopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematiannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Rina Wulandari, 34, istri seorang anggota TNI, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7). Korban mengalami luka di bagian perut akibat tembakan tersebut.

”Dua tembakan, satu bersarang di perut korban,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar.

Irwan mengatakan empat pelaku menggunakan dua motor, masing-masing Kawasaki Ninja dan Honda Beat tanpa nomor polisi.

Ciri-ciri keempat pelaku yang terekam dalam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian diketahui masing-masing untuk pelaku yang berperan sebagai eksekutor penembakan menggunakan helm yang biasa digunakan untuk motocross, bersepatu hitam merah, serta menggunakan senjata api yang diduga pistol.

Adapun dua pelaku lain yang mengendarai Honda Beat bertugas sebagai pengawas saat eksekusi penembakan. ”Salah seorang pelaku diketahui berambut panjang,” ujar Irwan.

Dari rekaman CCTV, kata dia, para pelaku yang diduga merupakan warga sipil tersebut selalu berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon sebelum beraksi.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Kopda Muslimin ditemukan meninggal di kediaman orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah setelah diduga menenggak racun. Dia sebelumnya ditetapkan sebagai DPO karena diduga sebagai otak pembunuhan istrinya.

“Betul (Kopda Muslimin meninggal),” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Dudung mengatakan, saat ini jenazah akan dilakukan visum terlebih dahulu. Petugas akan memastikan penyebab sesungguhnya tewasnya Kopda Muslimin.

“Akan dilaksanakan otopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematiannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Rina Wulandari, 34, istri seorang anggota TNI, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7). Korban mengalami luka di bagian perut akibat tembakan tersebut.

”Dua tembakan, satu bersarang di perut korban,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar.

Irwan mengatakan empat pelaku menggunakan dua motor, masing-masing Kawasaki Ninja dan Honda Beat tanpa nomor polisi.

Ciri-ciri keempat pelaku yang terekam dalam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian diketahui masing-masing untuk pelaku yang berperan sebagai eksekutor penembakan menggunakan helm yang biasa digunakan untuk motocross, bersepatu hitam merah, serta menggunakan senjata api yang diduga pistol.

Adapun dua pelaku lain yang mengendarai Honda Beat bertugas sebagai pengawas saat eksekusi penembakan. ”Salah seorang pelaku diketahui berambut panjang,” ujar Irwan.

Dari rekaman CCTV, kata dia, para pelaku yang diduga merupakan warga sipil tersebut selalu berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon sebelum beraksi.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/