alexametrics
25.3 C
Gorontalo
Monday, July 4, 2022

Yusuf Muhammad Bongkar Sejarah JIS, Bukan Karya Murni Gubernur Anies Baswedan

Dan begitu juga dengan nama Stadion BMW yang saat ini diganti namanya oleh Anies Baswedan bersama dengan Sandiaga Uno saat itu dengan nama Jakarta International Stadium atau JIS. Memangnya kalau soal mengganti nama, maka Anies Baswedan adalah juaranya. Ya sesuailah dengan keahliannya dalam menata kata-kata.

 

Nah, tapi baiklah, dalam episode Oke Dum kali ini saya akan bongkar semuanya. Fakta-fakta seputar Stadion BMW atau yang saat ini telah berganti nama menjadi Jakarta International Stadium atau JIS. Perlu diketahui bahwa rencana pembangunan stadium berstandar FIFA itu, sudah dicetuskan sejak tahun 2008 ketika di era gubernur Fauzi Bowo.

 

Saat itu gubernur era Fauzi Bowo telah melakukan penggusuran bangunan-bangunan liar di kawasan taman BMW untuk dijadikan stadion yaitu Stadion BMW pada saat itu. Jadi pembangunannya ini sudah memakan waktu lebih dari satu dekade atau tepatnya 11 tahun. Kalau dihitung maka proyek ini melibatkan 5 gubernur dalam mengambil keputusan politik atas megastruktur yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022 nanti.

 

Nah banyak sekali hambatan dalam pembangunan proyek ini, terutama soal sengketa lahan. Dan yang perlu dicatat adalah bahwa proyek stadion ini bukan murni inisiatif dan karya Anies Baswedan. Yang murni inisiatif Anies Baswedan itu adalah membangun bambu getah getih, terus tidak lama kemudian ini dibongkar.

 

Dan kemudian membangun tugu sepatu, tapi baru sehari, eh ternyata di bongkar lagi coba! Dan terakhir Anies Baswedan ini mau bikin pencitraan ajang Formula E. Nah sekarang coba perhatikan saja, banyak program prioritas Anies Baswedan yang tidak bisa dijalankan. Misalnya bikin rumah DP 0 Rupiah, yang sekarang justru dijadikan ajang korupsi berjamaah. Nah begitu juga dengan Formula E ini yang tidak jalan sama sekali.

 

Nah balik lagi soal pembangunan stadion JIS, jadi pembangunan stadion ini memiliki sejarah yang sangat Panjang. Bahkan beberapa kali sempat digugat terkait dengan sengketa lahan. Mulai dari era gubernur Fauzi Bowo, kemudian Jokowi, Ahok dan Djarot, semua ini pernah mengurusi masalah gugatan terkait dengan sengketa lahan hingga pada akhirnya groundbreaking pun dilakukan oleh Jokowi pada saat itu.

 

Tapi apakah masalah sengketa lahan itu selesai sampai disitu? Ternyata tidak. Terakhir di era Anies Baswedan ini juga masih ada yang namanya gugatan yaitu dari PT Buana Permata Hijau atau BHP. Gugatan itu sempat dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara  atau PTUN, namun akhirnya putusan PTUN itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara atau PTTUN setelah Pemprov DKI Jakarta ini mengajukan banding.

Dan begitu juga dengan nama Stadion BMW yang saat ini diganti namanya oleh Anies Baswedan bersama dengan Sandiaga Uno saat itu dengan nama Jakarta International Stadium atau JIS. Memangnya kalau soal mengganti nama, maka Anies Baswedan adalah juaranya. Ya sesuailah dengan keahliannya dalam menata kata-kata.

 

Nah, tapi baiklah, dalam episode Oke Dum kali ini saya akan bongkar semuanya. Fakta-fakta seputar Stadion BMW atau yang saat ini telah berganti nama menjadi Jakarta International Stadium atau JIS. Perlu diketahui bahwa rencana pembangunan stadium berstandar FIFA itu, sudah dicetuskan sejak tahun 2008 ketika di era gubernur Fauzi Bowo.

 

Saat itu gubernur era Fauzi Bowo telah melakukan penggusuran bangunan-bangunan liar di kawasan taman BMW untuk dijadikan stadion yaitu Stadion BMW pada saat itu. Jadi pembangunannya ini sudah memakan waktu lebih dari satu dekade atau tepatnya 11 tahun. Kalau dihitung maka proyek ini melibatkan 5 gubernur dalam mengambil keputusan politik atas megastruktur yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022 nanti.

 

Nah banyak sekali hambatan dalam pembangunan proyek ini, terutama soal sengketa lahan. Dan yang perlu dicatat adalah bahwa proyek stadion ini bukan murni inisiatif dan karya Anies Baswedan. Yang murni inisiatif Anies Baswedan itu adalah membangun bambu getah getih, terus tidak lama kemudian ini dibongkar.

 

Dan kemudian membangun tugu sepatu, tapi baru sehari, eh ternyata di bongkar lagi coba! Dan terakhir Anies Baswedan ini mau bikin pencitraan ajang Formula E. Nah sekarang coba perhatikan saja, banyak program prioritas Anies Baswedan yang tidak bisa dijalankan. Misalnya bikin rumah DP 0 Rupiah, yang sekarang justru dijadikan ajang korupsi berjamaah. Nah begitu juga dengan Formula E ini yang tidak jalan sama sekali.

 

Nah balik lagi soal pembangunan stadion JIS, jadi pembangunan stadion ini memiliki sejarah yang sangat Panjang. Bahkan beberapa kali sempat digugat terkait dengan sengketa lahan. Mulai dari era gubernur Fauzi Bowo, kemudian Jokowi, Ahok dan Djarot, semua ini pernah mengurusi masalah gugatan terkait dengan sengketa lahan hingga pada akhirnya groundbreaking pun dilakukan oleh Jokowi pada saat itu.

 

Tapi apakah masalah sengketa lahan itu selesai sampai disitu? Ternyata tidak. Terakhir di era Anies Baswedan ini juga masih ada yang namanya gugatan yaitu dari PT Buana Permata Hijau atau BHP. Gugatan itu sempat dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara  atau PTUN, namun akhirnya putusan PTUN itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara atau PTTUN setelah Pemprov DKI Jakarta ini mengajukan banding.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/