alexametrics
25.3 C
Gorontalo
Monday, July 4, 2022

Yusuf Muhammad Bongkar Sejarah JIS, Bukan Karya Murni Gubernur Anies Baswedan

Dan sekarang pembangunan stadion itu pun terus dilakukan. Nah sangat disayangkan jika catatan sejarah panjang ini ingin dihapus oleh para buzzer-buzzer balai kota itu. Ya saya yakin, sebagian dari mereka ini sudah mengetahui sejarah panjang pembangunan stadion ini. Tapi pada dasarnya mereka ingin mengklaim bahwa stadion itu seakan-akan hanyalah karya gubernur DKI Jakarta saat ini.

 

Tanpa melibatkan gubernur-gubernur sebelumnya. Nah banyak pembelokan narasi terjadi tentang pembangunan stadion ini. Terutama mereka yang menjadi pendukung gubernur seiman. Nah perlu diketahui juga bahwa pembangunan stadion ini awalnya ditargetkan menelan anggaran sebesar 1,3 Triliun Rupiah. Namun kemudian membengkak menjadi 4,5 Triliun Rupiah, luar biasa kan? Nah terus dari mana saja dana itu didapatkan? Ternyata dananya ini dari pemerintah pusat yaitu melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN.

 

Jadi di tengah hantaman pandemi covid-19 ini, APBD DKI Jakarta ini mengalami kontraksi yang cukup dalam. Makanya Anies Baswedan ini mengajukan pinjaman kepada pihak pemerintah pusat sebesar 12,5 Triliun Rupiah. Nah yang bisa dicairkan pada saat ini baru sebesar 3,26 Triliun Rupiah.

 

Jadi dari 3,26 Triliun Rupiah itu sudah dibagi untuk pembiayaan enam proyek infrastruktur, salah satunya yaitu pembangunan stadion JIS yang mendapatkan pos anggaran sebesar 1,182 Triliun Rupiah. Dan bak pahlawan kesiangan, stadion itu pun kini di klaim sebagai karya Anies Baswedan. Luar biasa kan? Memang kelicikan di balik pembangunan stadion JIS ini sangat masif disebarkan oleh buzzer-buzzer balai kota.

 

Dikira semua netizen itu gampang dibodohi seperti mereka, sehingga hal begini pun nekat di klaim sebagai karya Anies Baswedan. Lah jangankan bangun stadion, membangun trotoar dan sumur resapan saja semuanya ini berantakan coba. Jadi sudahlah, pesan saya lebih baik hentikan menyebarkan narasi-narasi murahan soal pembangunan JIS ini.

 

Tuh lihat! Masih banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki jamban. Urus tuh rumah DP 0 Rupiah. Ya saya kira demikian dulu opini singkat Oke Dum kali ini, jangan lupa jaga terus NKRI!. (*)

 

Dan sekarang pembangunan stadion itu pun terus dilakukan. Nah sangat disayangkan jika catatan sejarah panjang ini ingin dihapus oleh para buzzer-buzzer balai kota itu. Ya saya yakin, sebagian dari mereka ini sudah mengetahui sejarah panjang pembangunan stadion ini. Tapi pada dasarnya mereka ingin mengklaim bahwa stadion itu seakan-akan hanyalah karya gubernur DKI Jakarta saat ini.

 

Tanpa melibatkan gubernur-gubernur sebelumnya. Nah banyak pembelokan narasi terjadi tentang pembangunan stadion ini. Terutama mereka yang menjadi pendukung gubernur seiman. Nah perlu diketahui juga bahwa pembangunan stadion ini awalnya ditargetkan menelan anggaran sebesar 1,3 Triliun Rupiah. Namun kemudian membengkak menjadi 4,5 Triliun Rupiah, luar biasa kan? Nah terus dari mana saja dana itu didapatkan? Ternyata dananya ini dari pemerintah pusat yaitu melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN.

 

Jadi di tengah hantaman pandemi covid-19 ini, APBD DKI Jakarta ini mengalami kontraksi yang cukup dalam. Makanya Anies Baswedan ini mengajukan pinjaman kepada pihak pemerintah pusat sebesar 12,5 Triliun Rupiah. Nah yang bisa dicairkan pada saat ini baru sebesar 3,26 Triliun Rupiah.

 

Jadi dari 3,26 Triliun Rupiah itu sudah dibagi untuk pembiayaan enam proyek infrastruktur, salah satunya yaitu pembangunan stadion JIS yang mendapatkan pos anggaran sebesar 1,182 Triliun Rupiah. Dan bak pahlawan kesiangan, stadion itu pun kini di klaim sebagai karya Anies Baswedan. Luar biasa kan? Memang kelicikan di balik pembangunan stadion JIS ini sangat masif disebarkan oleh buzzer-buzzer balai kota.

 

Dikira semua netizen itu gampang dibodohi seperti mereka, sehingga hal begini pun nekat di klaim sebagai karya Anies Baswedan. Lah jangankan bangun stadion, membangun trotoar dan sumur resapan saja semuanya ini berantakan coba. Jadi sudahlah, pesan saya lebih baik hentikan menyebarkan narasi-narasi murahan soal pembangunan JIS ini.

 

Tuh lihat! Masih banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki jamban. Urus tuh rumah DP 0 Rupiah. Ya saya kira demikian dulu opini singkat Oke Dum kali ini, jangan lupa jaga terus NKRI!. (*)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/