Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Menguat di Rabu Pagi, Tembus Level Rp17.515 per Dolar AS

N
Penulis: Nur Fadilah❯
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye

Advertisement

GORONTALOPOST -Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu pagi, memberikan sinyal positif di tengah dinamika pasar global yang masih fluktuatif. Mata uang Garuda tercatat menguat sebesar 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.529 per dolar AS.

Penguatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah rupiah sempat berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Meski penguatannya tergolong tipis, pergerakan ini mencerminkan adanya sentimen positif yang mulai masuk ke pasar keuangan domestik.

Sejumlah analis menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, meredanya tekanan dolar AS serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih stabil turut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menguat.

Advertisement

Sementara dari dalam negeri, fundamental ekonomi yang relatif terjaga serta arus masuk modal asing (capital inflow) menjadi penopang utama stabilitas rupiah. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia juga dinilai masih cukup kuat.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap potensi volatilitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat, masih menjadi faktor kunci yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah ke depan.

Dengan kondisi saat ini, penguatan rupiah diharapkan dapat terus berlanjut, sekaligus memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga dan aktivitas ekonomi nasional.(antara)

Advertisement

Artikel Terkait

Dolar AS Sentuh Rp18.134, Pemerintah Optimistis Rupiah Tetap Terkendali

Dolar AS Sentuh Rp18.134, Pemerintah Optimistis Rupiah Tetap Terkendali

Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, pergerakan suku bunga internasional, serta kemampuan Indonesia

Tak Ingin Potensi Jadi Data, Bone Bolango Susun Strategi Ekonomi dari  Komoditas hingga UMKM

Tak Ingin Potensi Jadi Data, Bone Bolango Susun Strategi Ekonomi dari Komoditas hingga UMKM

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Bone Bolango itu menjadi ruang untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi

Usai Deflasi Mei, Inflasi Gorontalo Melonjak 2,11 Persen pada Juni 2026, BPS Minta   Tetap Waspada

Usai Deflasi Mei, Inflasi Gorontalo Melonjak 2,11 Persen pada Juni 2026, BPS Minta Tetap Waspada

Harapannya, inflasi bulanan ke depan tetap terkendali sehingga inflasi tahun kalender tetap berada dalam koridor target pemerintah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer