Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Seriusi Kerjasama dengan PT Pindad Tangani Covid-19

A
Penulis: Administrator❯
Gubernur Seriusi Kerjasama  dengan PT Pindad Tangani Covid-19 //jdl   Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima penjelasan tentang fungsi VTM 2 yang dikembangkan oleh PT Pindad (Persero) sebagai alat bantu pernafasan pasien covid-19. (Dzakir-BPPG).  GORON
Gubernur Seriusi Kerjasama dengan PT Pindad Tangani Covid-19 //jdl Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima penjelasan tentang fungsi VTM 2 yang dikembangkan oleh PT Pindad (Persero) sebagai alat bantu pernafasan pasien covid-19. (Dzakir-BPPG). GORON
GORONTALOPOST.CO.ID – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berencana menseriusi kerjasama dengan PT Pindad (Persero) untuk penanganan covid-19. Diketahui PT Pindad selain memproduksi ventilator untuk bantuan pernafasan pasien covid-19 juga memproduksi masker dan alat perlindungan diri (APD). “Kami minta produksi Pindad untuk penanganan covid-19. Kami minta brosurnya dan harganya nanti kita beli di sini. Saya lihat jauh sekali harganya hanya Rp41 juta (dibandingkan produk luar negeri),” kata Gubernur Rusli saat menerima Ventilator Resusitator Manual (VRM) 2 dari Dirut PT Pindad Abraham Mose, Rabu (24/3/2021). Selain harga yang murah, pembelian alat penanganan covid-19 di PT Pindad secara tidak langsung membantu tumbuhnya produk dalam negeri. Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meminta untuk mencintai produk-produk Indonesia. “Nanti Ibu Dokter (Kadis Kesehatan, Yana Yanti Sulaiman) kita untuk masker, APD dan termasuk ini (ventilator) kita butuh kita beli saja di sini langsung. Perintah pak presiden kita harus cinta produk Indonesia. Insyaallah nanti kita bikin MoU pemerintah provinsi, kabupaten, kota dengan Pindad untuk merujuk ke sini untuk penanganan covid-19,” imbuhnya. Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Yana Yanti Sulaiman menyebut kebutuhan VRM 2 sangat dibutuhkan di Gorontalo dengan kondisi 13 rumah sakit daerah dan swasta dengan lebih kurang 1.600 tempat tidur. Belum termasuk faskes di 94 puskesmas dan ambulancenya.“Memang butuh ventilator yang non invasiv. Ketika seseorang yang masih dalam keadaan sadar dan butuh bantuan nafas maka VTM 2 ini yang kita gunakan. Satu murah, tepat guna insyaallah dan buatan Indonesia,” jelasnya. VRM 2 yang dikembangkan PT Pindad dibanderol dengan harga lebih kurang Rp41 juta. Sayangnya ventilator tersebut belum diedar untuk jenis invasiv atau penanganan pasien yang tidak sadar karena operasi dan sebagainya. Izin edar dan izin klinis masing sedang dalam proses di Kementrian Kesehatan. PT Pindad menargetkan ventilator invasiv bisa terwujud di semester II tahun 2021 ini.(zis/ADV)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Direksi Bank SulutGo Ditata Ulang, RUPS-LB Batalkan Pengangkatan   Direktur Dana dan Tresuri

Direksi Bank SulutGo Ditata Ulang, RUPS-LB Batalkan Pengangkatan Direktur Dana dan Tresuri

Manajemen Bank SulutGo menjelaskan, pemegang saham telah menyepakati pengajuan calon Direktur Dana dan Tresuri yang baru dalam RUPS berikut

 Mahasiswa Kepung Rujab Gubernur Gorontalo, Tuntut Solusi Karhutla dan Kelangkaan   Pertalite

Mahasiswa Kepung Rujab Gubernur Gorontalo, Tuntut Solusi Karhutla dan Kelangkaan Pertalite

Mereka meminta pemerintah menghadirkan solusi konkret agar kebutuhan bahan bakar masyarakat tidak terus terganggu

Bukan Helikopter, Gusnar jadi Gubernur Kedua Tembus TNBNW Menuju Pinogu Gunakan Ojek

Bukan Helikopter, Gusnar jadi Gubernur Kedua Tembus TNBNW Menuju Pinogu Gunakan Ojek

Kunjungan Gusnar ke daerah paling terisolir di Gorontalo itu menjadi yang pertama bagi dirinya. Ia j mencatatkan diri sebagai gubernur kedua

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer