alexametrics
23.3 C
Gorontalo
Wednesday, January 19, 2022

Kartu Prakerja dan KUR Jadi Penyangga UMKM di Masa Pandemi

GORONTALOPOST – Program Kartu Prakerja dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi program andalan Pemerintah dalam menguatkan UMKM di masa pandemi. Sejak resmi dibuka pada Februari tahun 2020, sebanyak 11,4 juta penduduk di seluruh Indonesia telah menjadi penerima Program Kartu Prakerja. Keahlian yang diterima dari mengikuti program tersebut, selanjutnya didukung juga oleh Pemerintah dengan pembiayaan usaha melalui KUR, sehingga para penerima Program Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha bisa mengembangkan usahanya.

Di masa pandemi, Pemerintah memberikan subsidi bunga KUR sebesar 6% di tahun 2020, dan kemudian sebesar 3% pada tahun 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Pemerintah ini terbukti mampu menyangga UMKM untuk terus melakukan usahanya di masa pandemi. Hal ini terlihat dari pertumbuhan UMKM di masa pandemi yang tetap meningkat diiringi dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang telah berada di jalur positif.

Menko Airlangga telah beberapa kali berdialog langsung dengan para alumni Program Prakerja dan penerima KUR di daerah-daerah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mendengarkan kisah-kisah perjuangan dan kesukseskan para alumni Program Kartu Prakerja. Dalam berbagai kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga selalu meyakinkan masyarakat bahwa Pemerintah hadir dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk adanya Program Kartu Prakerja yang disertai dengan penyaluran KUR untuk para alumni Program Kartu Prakerja yang bewirausaha.

Sebagai apresiasi atas antusias dan partisipasi masyarakat terhadap Program Kartu Prakerja, kegiatan dialog dengan alumni Program Kartu Prakerja ini dilanjutkan ke Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat pada Jumat (26/11). Secara umum, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan pendaftar dan penerima terbanyak secara nasional yaitu sebanyak pendaftar 5,2 juta pendaftar dan penerima lebih dari 1.490.000 orang. Secara khusus, Kabupaten Garut memiliki antusias yang tinggi ditunjukkan oleh 262 ribu masyarakat Kabupaten Garut yang telah mendaftar Program Kartu Prakerja dengan penerima sebanyak 72.763 orang, Kabupaten Garut menjadi sebagai penerima terbanyak ke-7 di Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mochammad Rudy Salahuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Garut yang turut menyukseskan Program Kartu Prakerja.

“Keterlibatan Pemerintah Daerah harus terus dilakukan, karena sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang memang diciptakan untuk mendukung masyarakat, khususnya Program Kartu Prakerja,” kata Deputi Rudy Salahuddin.

Bupati Garut Rudy Gunawan pada kesempatan tersebut berterima kasih juga atas program-program yang diinisiasi Pemerintah Pusat, utamanya untuk mendukung UMKM. Rudy Gunawan mengakui bahwa masyarakat Kabupaten Garut memang antusias terhadap program-program Pemerintah Pusat, khususnya Program Kartu Prakerja dan KUR. Terkait KUR, di Kabupaten Garut memiliki angka NPL yang rendah yaitu 0,5. Program Pemerintah ini terbukti bisa meningkatkan ekonomi daerah yang terlihat dalam laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut yang termasuk tinggi se-Provinsi Jawa Barat.

Dalam dialog tersebut para penerima Program Kartu Prakerja menyampaikan cerita kegigihannya bertahan selama di masa pandemi. Sepuluh orang perwakilan penerima Program Kartu Prakerja yang hadir berasal dari berbagai sektor yang berbeda, mulai dari bisnis kuliner, kopi, soundsytem, percetakan, dan pertanian. Sebagian besar dari para alumni tersebut memaksimalkan saldo yang didapat dari Program Kartu Prakerja dengan mengikuti berbagaui pelatihan. Insentif yang diterima setelah mengikuti program tersebut pun digunakan sebagai modal untuk membuka usaha dan mendukung usaha yang terlah berjalan.

Melihat antusias yang tinggi ini, dalam kesempatan tersebut Pemerintah melalui Bank BNI menyalurkan KUR kepada para alumni Program Kartu Prakerja yang membutuhkan. Tidak hanya itu, bantuan berupa alat-alat pendukung dan tabungan juga diberikan untuk menguatkan usaha yang sedang dilakukamn para alumni Program Kartu Prakerja. Direktur Bank BNI Sis Apik Wijayanto menyampaikan bahwa KUR akan terus dimaksimalkan penyalurannya, apalagi Kabupaten Garut memiliki potensi yang besar di sektor pertanian dan wisata.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Ferdiansyah dan jajaran Bank BNI Kabupaten Garut. (ltg/fsr)

GORONTALOPOST – Program Kartu Prakerja dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi program andalan Pemerintah dalam menguatkan UMKM di masa pandemi. Sejak resmi dibuka pada Februari tahun 2020, sebanyak 11,4 juta penduduk di seluruh Indonesia telah menjadi penerima Program Kartu Prakerja. Keahlian yang diterima dari mengikuti program tersebut, selanjutnya didukung juga oleh Pemerintah dengan pembiayaan usaha melalui KUR, sehingga para penerima Program Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha bisa mengembangkan usahanya.

Di masa pandemi, Pemerintah memberikan subsidi bunga KUR sebesar 6% di tahun 2020, dan kemudian sebesar 3% pada tahun 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Pemerintah ini terbukti mampu menyangga UMKM untuk terus melakukan usahanya di masa pandemi. Hal ini terlihat dari pertumbuhan UMKM di masa pandemi yang tetap meningkat diiringi dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang telah berada di jalur positif.

Menko Airlangga telah beberapa kali berdialog langsung dengan para alumni Program Prakerja dan penerima KUR di daerah-daerah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mendengarkan kisah-kisah perjuangan dan kesukseskan para alumni Program Kartu Prakerja. Dalam berbagai kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga selalu meyakinkan masyarakat bahwa Pemerintah hadir dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk adanya Program Kartu Prakerja yang disertai dengan penyaluran KUR untuk para alumni Program Kartu Prakerja yang bewirausaha.

Sebagai apresiasi atas antusias dan partisipasi masyarakat terhadap Program Kartu Prakerja, kegiatan dialog dengan alumni Program Kartu Prakerja ini dilanjutkan ke Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat pada Jumat (26/11). Secara umum, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan pendaftar dan penerima terbanyak secara nasional yaitu sebanyak pendaftar 5,2 juta pendaftar dan penerima lebih dari 1.490.000 orang. Secara khusus, Kabupaten Garut memiliki antusias yang tinggi ditunjukkan oleh 262 ribu masyarakat Kabupaten Garut yang telah mendaftar Program Kartu Prakerja dengan penerima sebanyak 72.763 orang, Kabupaten Garut menjadi sebagai penerima terbanyak ke-7 di Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mochammad Rudy Salahuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Garut yang turut menyukseskan Program Kartu Prakerja.

“Keterlibatan Pemerintah Daerah harus terus dilakukan, karena sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang memang diciptakan untuk mendukung masyarakat, khususnya Program Kartu Prakerja,” kata Deputi Rudy Salahuddin.

Bupati Garut Rudy Gunawan pada kesempatan tersebut berterima kasih juga atas program-program yang diinisiasi Pemerintah Pusat, utamanya untuk mendukung UMKM. Rudy Gunawan mengakui bahwa masyarakat Kabupaten Garut memang antusias terhadap program-program Pemerintah Pusat, khususnya Program Kartu Prakerja dan KUR. Terkait KUR, di Kabupaten Garut memiliki angka NPL yang rendah yaitu 0,5. Program Pemerintah ini terbukti bisa meningkatkan ekonomi daerah yang terlihat dalam laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut yang termasuk tinggi se-Provinsi Jawa Barat.

Dalam dialog tersebut para penerima Program Kartu Prakerja menyampaikan cerita kegigihannya bertahan selama di masa pandemi. Sepuluh orang perwakilan penerima Program Kartu Prakerja yang hadir berasal dari berbagai sektor yang berbeda, mulai dari bisnis kuliner, kopi, soundsytem, percetakan, dan pertanian. Sebagian besar dari para alumni tersebut memaksimalkan saldo yang didapat dari Program Kartu Prakerja dengan mengikuti berbagaui pelatihan. Insentif yang diterima setelah mengikuti program tersebut pun digunakan sebagai modal untuk membuka usaha dan mendukung usaha yang terlah berjalan.

Melihat antusias yang tinggi ini, dalam kesempatan tersebut Pemerintah melalui Bank BNI menyalurkan KUR kepada para alumni Program Kartu Prakerja yang membutuhkan. Tidak hanya itu, bantuan berupa alat-alat pendukung dan tabungan juga diberikan untuk menguatkan usaha yang sedang dilakukamn para alumni Program Kartu Prakerja. Direktur Bank BNI Sis Apik Wijayanto menyampaikan bahwa KUR akan terus dimaksimalkan penyalurannya, apalagi Kabupaten Garut memiliki potensi yang besar di sektor pertanian dan wisata.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Ferdiansyah dan jajaran Bank BNI Kabupaten Garut. (ltg/fsr)

Must read

More articles

Latest article